Website (Blog) Sebagai Branding Platform


Bagi saya blogging itu adalah cara untuk mendokumentasikan apa saja dalam bentuk jurnal yang sewaktu-waktu dapat saya baca lagi sebagai pengingat. Dengan cara seperti ini maka saya tidak terlalu kuatir catatan-catatan yang saya anggap berharga tersebut jadi hilang atau terlupakan. Masalah orang lain ada yang baca atau tidak itu tidak jadi masalah. Ya silahkan saja, dan saya berharap mereka bisa mendapatkan manfaatnya, dan jika mereka punya pemikiran lain, dengan senang hati saya ingin membacanya juga, dan saya mengharapkan dapat membaca pemikiran mereka dalam bentuk konten yang mereka buat di blog, vlog, podcast atau apa saja. Dengan demikian aktivitas blogging ini bisa menjadi wadah tempat berkomunikasi sekaligus menambah wawasan juga.

Blog itu bukan semata-mata hanya tempat menulis karena pada saat ini platform blog bisa digunakan sebagai medium bagi lebih dari hanya sekedar teks. Anda bisa menjadikan blog sebagai tempat menaruh kumpulan vlog-vlog karya Anda atau hasil rekaman podcast atau yang lebih sederhana, misalnya karya-karya fotografi (lebih sederhana ini maksudnya bukan mengecilkan tapi saat ini membuat foto itu sangat mudah dilakukan). Jadi blog itu fungsinya sudah jauh berkembang jadi platform sistem pengelolaan konten (content management system) bagi kita semua. Oleh karena itu saya mulai sedikit demi sedikit menyebut medium ini dengan sebutan website, dimana jaman dulu sebutan ini lebih sering digunakan untuk korporat atau perusahaan. Ya sebutan website jauh lebih umum ketimbang blog sih ya, namun masih dalam bentuk yang sama.

Ok, lalu pengertian blogging jadi berubah makna dong jika blog sendiri sudah berubah pengertiannya? Bisa iya dan bisa tidak, terserah para konten kreator yang menggunakannya sih. Bagi para vlogger ya saya pikir mereka tetap harus menyebut diri mereka sebagai vlogger. Demikian juga podcaster dan juga fotografer atau penulis karena mereka menggunakan blog sebagai platform. Penyebutan blogging sendiri buat saya jadi kembali pada pengertian awal, yaitu log atau jurnal pribadi dalam bentuk website yang bentuk dominannya adalah teks.

Jadi, website itu adalah medium. Tempat menaruh karya-karya. Sebagai basecamp. Sebagai headquarter brand yang kita jalani. Sebagai kantor. Pokoknya sebagai representatif keberadaan kita semua di dunia online.

Lebih jauh lagi, website juga jadi tempat branding resmi bagi personal, korporat, institusi atau apapun itu di dunia online.

Sudah punya website? atau setidaknya blog? Apa peranan website/blog untuk Anda?

Photo by Igor Miske on Unsplash

2 pemikiran pada “Website (Blog) Sebagai Branding Platform

  1. Setuju. Saya juga mulai melakukan itu semenjak saya membuat channel youtube saya. Blog jadi medium penjelasan dan pengantar. Pengunjung blog saya mendapat pengalaman yang lebih, membaca teks sekaligus ada visualisasinya, bukan cuma sekedar foto saja…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.