Bertahan Untuk Sukses


Terus terang saja, saya menggunakan skill yang paling mendasar untuk bisa bertahan dalam mencapai kesuksesan pada tulisan saya, video, dan konten apa pun yang saya buat dalam usaha pengembangan diri.

Mengapa demikian? karena skill tersebut adalah katalis untuk setiap rute menuju kesuksesan.

Anda mungkin saja sudah mencoba melakukan ini berkali-kali dalam hidup Anda. Terkadang sukses, tetapi tidak punya waktu yang cukup untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda. Seringkali, Anda menemukan diri Anda tidak dapat melakukannya secara konsisten sama sekali.

Jadi apa rahasianya?

Skill yang paling mendasar untuk sukses adalah kemampuan untuk menjembatani kesenjangan antara pikiran dan tindakan. Terdengar sederhana namun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Saya pernah menjalaninya. Dan meskipun saya telah mencapai banyak tujuan dalam hidup saya, namun saya masih menghadapi masalah ini ketika saya mencoba untuk naik level dan mencapai tujuan yang lebih tinggi lagi.

Anda punya pemikiran tersebut dan Anda benar-benar yakin, “Saya akan melakukan ini”.

Anda merasa sangat bersemangat dan untuk sesaat, lalu Anda merasa luar biasa karena pikiran Anda tampak nyata.

Namun kemudian Anda gagal menjembatani kesenjangan.

Sesuatu telah terjadi!

Mungkin ada yang membuat segalanya jadi sulit sebelum Anda akan mulai bekerja. Mungkin Anda sudah mulai bekerja dan menemukan bahwa semua tugas yang sedang dikerjakan lebih sulit daripada yang Anda kira.

Sebagian besar yang terjadi adalah pikiran Anda seperti mencoba menyabotase.

Ya pikiran Anda, bagian tubuh yang sama yang mendorong kreativitas untuk menghasilkan pemikiran inspiratif juga memiliki menggambarkan hal-hal yang negatif. Bahkan kelihatan lebih dalam hal ini.

Setiap kali Anda tidak menjembatani kesenjangan antara pikiran dan tindakan, Anda menambahkan sedikit penghitungan ke bagian ‘kerugian’ dan hati Anda berkata, “Tuh kan? Saya bilang juga apa. Saya tidak tahu mengapa kamu mengira bisa melakukannya”.

Setelah daftar “kerugian” menumpuk, Anda memasuki fase pengunduran diri. Anda telah gagal menjembatani kesenjangan antara pikiran dan tindakan berkali-kali sehingga Anda menyerah begitu saja.

Bagaimana Anda menghindari hal ini? Apa yang bisa dilakukan untuk melakukan sesuatu yang tampaknya hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang?

Jenis konten yang saya buat selama ini sebetulnya memberikan gambaran pada Anda dari beberapa sudut pandang.

Sedapat mungkin dalam konten-konten yang saya buat, saya selalu memberi tahu pada siapapun bahwa saya tidak bisa menjembatani kesenjangan untuk mereka, tetapi saya bisa memberikan gambaran pada mereka dan memberi mereka wawasan serta inspirasi sebanyak mungkin.

Sudut Pandang 1: Mengelola Frustrasi

Saya bukan seorang ahli dalam hal self-care. Saya tidak akan memberi saran agar merasa baik tentang hidup Anda bagaimanapun caranya.

Ketika saya bangkrut, stress karena dikejar-kejar hutang, tidak mungkin bagi saya untuk merasa baik tentang diri saya tanpa alasan karena saya punya semua alasan untuk merasa buruk tentang diri saya.

Saya punya seribu alasan untuk merasa buruk tentang diri saya sendiri karena saya mengacaukan hidup saya dan keluarga. Saya frustrasi dengan diri saya sendiri karena salah mengatur kehidupan saya.

Jika Anda ingin mengubah hidup Anda dan akhirnya menjembatani kesenjangan itu, berusahalah lebih keras, bukan malah berkurang.

Orang terjebak karena mereka hidup dalam tekanan dan ketidak pastian. Mereka frustrasi dengan hidup mereka.

Banyak yang merasionalisasi dan mengalihkan perhatian supaya bisa tetap menjalani hidup dan menutupi frustrasi yang ada, dan hal itu bisa saja jadi resep yang manjur asalkan Anda bisa tetap fokus dari semua distraksi yang kadang datang dari apa saja.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda menyia-nyiakan hidup Anda? Apakah Anda akan bangun suatu hari dan berkata ‘Apa yang telah saya lakukan?’ Apakah Anda akan mati dalam penyesalan?

Gunakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu sebagai alat pecut. Suatu hari, Anda bisa cukup muak dengan kondisi tersebut lalu mulai menjembatani kesenjangan yang ada.

Sudut Pandang 2: Ambil Keputusan

On the flip side, you don’t have to get angry at all. You can just change.

Di sisi lain, Anda tidak perlu marah sama sekali. Anda bisa berubah.

Saya melihat twit ini beberapa saat yang lalu:

Anda dapat menghapus keyakinan dan pola pikir yang membatasi Anda selama bertahun-tahun hanya dalam sesaat jika Anda memutuskan untuk melakukannya. Apakah ini mungkin? Tidak. Tapi saya ingin Anda memahami konsep dasar ini.

Masa lalu yang sudah Anda jalani tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk menentukan masa depan Anda sama sekali. Anda bisa saja memutuskan untuk menjadi orang lain. Kepribadian Anda mudah dibentuk.

Itu masalah utama kita semua. Kami membangun identitas ini, perasaan tentang siapa kami, dan berpegang teguh padanya tanpa peduli apa pun karena identitas yang dimiliki setidaknya membantu untuk memahami dunia walaupun hal tersebut akhirnya membahayakan.

Tapi Anda bisa dengan mudah… melepaskannya

Kami memiliki otak yang dapat mengenali pola ini sehingga kami memiliki kebutuhan yang dalam untuk selalu membuat semuanya cocok. Jauh di lubuk hati, Anda ingin semuanya sesuai dengan pola ‘biasa-biasa saja’.

Setiap kali Anda mencoba untuk melakukan pivot, memori Anda menarik semuanya dari sistem pengarsipan ‘biasa-biasa saja’.

Bagaimana Anda bisa memutus siklus tersebut? Ya nyatakan saja bahwa Anda melanggar semua itu.

Sejujurnya, dengan melakukan hal tersebut jarang membuahkan hasil, tetapi Anda hanya perlu bekerja dengan waktu yang cukup untuk membangun jalan menuju kebiasaan, disiplin, dan motivasi otomatis.

8 tahun yang lalu saya memutuskan untuk pivot setelah mencoba dan gagal puluhan kali. Dan saya tidak melihat ke belakang lagi sejak saat itu. Ini juga mungkin bagi Anda.

Sudut Pandang 3: Memahami Kekuatan Pencapaian

Coba hapus 80 persen sisa tujuan jangka panjang dari pikiran Anda dan fokus pada 20 persen pertama.

Jika Anda mencapai 20 persen pertama dari tujuan, Anda sudah 80 persen dari perjalanan ke tujuan akhir.

Butuh waktu lima tahun untuk beralih dari bangkrut menjadi hidup normal dengan melakukan apa yang saya sukai. Sebagian besar hambatan terjadi dalam 6-12 bulan pertama yaitu semua tingkat kejenuhan yang harus Anda lawan sebagai pemula.

Setelah itu, Anda tidak serta merta akan langsung meluncur, tetapi Anda bekerja dengan kecepatan yang konsisten dalam membangun skill Anda. Kemudian? Kesuksesan hanya akan jadi permasalahan masalah waktu semata.

Jadi ingat ini ketika Anda mencoba menjembatani kesenjangan tersebut.

Sama seperti saat pertama Anda mencoba membuat blog (jika Anda ngeblog), ingatlah bahwa kesulitan di awal tidak akan selalu membuat frustrasi dan menjemukan seterusnya.

Saat Anda pergi ke gym, ingatlah bahwa Anda tidak akan begitu sakit setelah setiap latihan.

Saat Anda mencoba hal baru dalam bentuk apa pun, ingatlah bahwa melewati periode awal akan memberikan gambaran sebagian besar perjalanan yang akan dilewati.

Sekali lagi, saya tahu bahwa apa yang saya berikan pada Anda ini tidaklah cukup.

Bahkan setelah membaca seluruh tulisan ini pun, Anda masih akan mengalami kesulitan dalam menjembatani kesenjangan antara pikiran dan tindakan.

Yang bisa saya janjikan kepada Anda adalah bahwa semuanya akan menjadi lebih mudah seiring waktu. Momentum itu nyata adanya.

Anda hanya perlu cukup untuk membuat efek bola salju itu dan tiba-tiba Anda akan melihat ke atas, bertahun-tahun kemudian, lalu bertanya-tanya bagaimana Anda melakukan semua yang Anda lakukan ini.

Tetapi Anda sudah melewatinya.

Mudah-mudahan kita bisa bertemu di sisi yang lain ya.

Photo by Patrick Hendry on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.