Istilah The New Normal sekarang sedang sering-seringnya diucapkan. Istilah ini sebenarnya untuk memberi sebutan cara hidup yang baru yang dianggap sebagai suatu kenormalan yang baru.

Sesuatu yang baru tentu saja butuh penyesuaian apalagi perubahan yang diberlakukan bukanlah perubahan yang diminati oleh banyak orang. Tentu saja. Siapa yang suka kemana-mana harus menggunakan masker, ngobrol harus berjauh-jauhan, harus cuci tangan sesering mungkin dan selalu menjaga kebersihan.

Resiko terinfeksi Covid-19 ini membuat kita mau tidak mau harus menerima The New Normal sebagai kenormalan kita sekarang. Dengan kata lain ya hidup normal kita ya akan seperti ini.

Namun dalam hati kita yang terdalam masih ada keinginan yang kuat untuk kembali ke hidup normal yang dulu, yang kita jalankan sebelum pandemi melanda.

The New Normal inilah yang menjadi kenormalan kita untuk saat ini, dan nanti akan lahir lagi kenormalan lainnya begitu seterusnya. Jadi kalau dipikir-pikir kembali sebetulnya tidak ada istilah “The New Normal” yang ada adalah “Normal” yang terus menerus didefinisikan ulang.

The New Normal juga akan berlalu dan kembali menjadi normal dimana kondisinya disesuaikan dengan situasi yang ada pada jamannya nanti.

Photo by Sarah Kilian on Unsplash