Apakah segalanya yang gratisan itu buruk? Rasa-rasanya sih tidak ya namun anggapan yang terbentuk ya begitu. Ini sama dengan penggunaan barang-barang bermerk versus barang-barang generik. Orang cenderung menganggap sebuah nama atau brand itu jauh di atas segala-galanya. Tapi apakah benar demikian?

Supaya tidak melebar kemana-mana maka saya coba mengerucutkan topik blogpost saya kali ini. Saya ingin membicarakan tentang domain name yang biasanya dikaitkan dengan branding si pemilik situs. Saya ingat Seth Godin di jaman dulu (gak dulu-dulu banget sih) merasa tidak ada masalah bertahun-tahun menggunakan blog di typepad tanpa menggunakan domain sendiri sampai akhirnya ia pindah ke wordpress dengan menggunakan domainnya sendiri pada tahun 2018.

Ya tentu saja orang tidak peduli dengan di mana Seth ingin memposting pemikiran-pemikirannya karena konten yang ia buatlah yang dicari orang. Nah artinya walaupun kita menggunakan blog di platform gratisan, namun konten kita lah yang menentukan branding diri kita. Sekali lagi nama tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi oleh value yang menyertai nama tersebut. Seth Godin tidak akan berpengaruh jika ia tidak menjadi Seth Godin yang dikenal oleh semua orang saat ini.

Pertanyaan saya…kalau saya tidak lagi menggunakan bangwin.net tapi kembali ke bangwin.wordpress.com apakah kalian akan tetap menyayangi saya? Jawabannya tentu saja tergantung value yang akan kalian dapatkan bukan?

But seriously…..does it matter to you?

Photo created by kues1 – www.freepik.com