The Blog of Abang Edwin S.A.

Celotehan

Referensi

Pengalaman dan sejarah itu adalah referensi untuk kita pelajari agar kita bisa menyusun masa depan. Asalkan kita tidak terperangkap pada sentimen masa lalu yang menjadikan kita jadi dipenuhi oleh dendam dan kebencian lho ya.

Banyak orang (sahabat, teman atau siapapun itu) yang tidak bisa menghindar dari rasa penyesalan dan kemarahan sehingga alih-alih mereka bisa belajar dari pengalaman dan sejarah, malah menutup diri sehingga akhirnya jalan di tempat. Kesuksesan ataupun kegagalan itu akan jadi bagian dari pengalaman dan sejarah dan kita bisa melangkah dengan lebih baik setelah mendapatkan pengalaman dan melewati sejarah tersebut.

Contohnya seperti apa? Cerita kok gak pakai contoh? Ya mana kita bisa ngerti? Oke-oke, yang simpel saja deh, pasti kalian semua pernah putus cinta kan? Apa yang kalian pelajari dari pengalaman putus cinta tersebut? Ya banyak dan pasti macam-macam. Nah tentunya nalar kalian jadi lebih tajam untuk menghadapi hal serupa kan? Kalian bisa saja marah besar, nangis-nangis, gak mau makan, mengurung diri, tapi life must goes on, lambat laun ketika emosi reda maka pikiran bisa jadi lebih realistis untuk bisa bangkit dan jalan kembali.

Contoh yang lain, apakah kalian kernah tertipu? Pengalaman tertipu itu mengajarkan kita untuk bisa lebih mawas diri, dan sejarah kita pernah tertipu itu akan jadi pengingat jika kita menghadapi pola yang sama di masa depan. Ya artinya pengalaman dan sejarah itu akan jadi referensi dalam ‘kitab’ kita menghadapi masa depan bukan?

Ayo…..move on ah, jangan pundungan terus…:-P

Vintage photo created by chevanon – www.freepik.com

Leave a Reply