Kalau mendengar kata podcast apa yang terbayang dalam pikiran kalian? Video yang menampilkan talkshow atau serial audio yang bisa didengarkan (tidak pakai video)? Pertanyaan ini akan terasa lucu jika ditanyakan pada jaman-jaman podcast dilahirkan, jaman iPod baru dilahirkan. Namun jika pertanyaan tersebut dilontarkan pada saat sekarang maka mungkin banyak bingung kenapa mesti dipertanyakan seperti itu?

Pertanyaan tersebut jadi relevan karena saya melihat pengertian dari kata podcast itu mulai bergeser dari pengertian di awal, dimana arti di awal dari podcast itu adalah rangkaian episodik dari file audio digital berisi obrolan/omongan yang dapat diunduh pengguna ke perangkat pribadi agar mudah didengarkan. Jadi memang sama sekali tidak berkaitan dengan video. Namun perkembangan saat ini, dimana beberapa podcaster tingkat dunia mulai membagikan serial podcast mereka di YouTube yang notabene platform digital, dimana mereka merekam materi podcast mereka bersama dengan video sehingga saat diupload ke YouTube, pendengar bisa juga menontonnya.

Walaupun mereka menggunakan YouTube namun mereka tetap mempertahankan penyebutan Podcast untuk acara mereka, dan mereka tetap menyebut diri mereka sebagai Podcaster ketimbang YouTuber :-), seperti Joe Rogan dalam kanal podcastnya The Joe Rogan Experience di YouTube di bawah ini.

Selain Joe Rogan, di tanah air kita mengenal Deddy Corbuzier yang mengikuti jejak Joe Rogan, membuat kanal podcast di YouTube seperti yang bisa kita lihat di bawah ini.

Dengan semakin maraknya orang-orang membuat podcast di YouTube, maka makin jauhlah pengertian podcast di awal, dimana biasanya kita mendengarkan podcast di Spotify ataupun Apple Podcast yang memang tempat kita “mendengar” podcast, digantikan kalimat “menonton” podcast di YouTube.

Perubahan pengertian ini juga jadi banyak mengubah ekspektasi orang-orang yang tertarik untuk belajar bikin podcast, karena bayangan mereka bikin podcast itu ya harus pakai kamera video, karena yang dibuat adalah video dan diposting di YouTube, ketimbang merekam dan mengedit audio lalu diposting di Tumblr, Spotify atau Apple Podcast.

Apakah harus diluruskan? Menurut saya tidak perlu. Saya pun memposting podcast saya di medium-medium yang bisa menampung video juga, selain medium-medium tradisional podcast seperti Spotify dan Apple Podcast lho ya. Seperti yang saya singgung sebelumnya, saya menggunakan medium Tumblr, IGTV, dalam format MP4 walaupun tidak menampilkan video saya. Silahkan di simak saja jika ingin tahu…:-) Tidak masalah juga jika akhirnya istilah Podcast itu sekarang jadi punya pengertian baru yaitu video talkshow, yang penting kontennya bisa tersampaikan dan disukai banyak pendengar….eh penonton dong ya?…:-P

Photo by Jason Rosewell on Unsplash