Kita selalu memulai tahun dengan optimisme yang menggebu. Ya karena memang kita membutuhkannya. Apa jadinya jika kita memulai sesuatu tanpa ada spirit sebagai bahan bakar pendorong. Sama halnya saat tahun 2020 di mulai. Tidak ada yang menyangka kita akan dihadapkan pada kondisi dimana kita tidak bisa maju, malah seolah-olah harus step back a bit, dua langkah, bahkan beberapa langkah kebelakang agar bisa tetap survive.Ya kata kuncinya adalah bertahan (survive) didasari atas kenyataan bahwa life must go on.

Bulan demi bulan berjalan dengan terasa lambat, dan pertanyaan “mengapa hal ini terjadi pada kita semua?” semakin membuncah, membuat kita makin sering melihat kebelakang.

What we’ve done to deserve this?

Alam punya cara yang unik untuk memperingatkan kita, dan sayangnya kita terlalu bebal untuk bisa memahaminya dengan segera. Kenyamanan dan ketamakan membuat kita terlena dan baru sampai titik kulminasi tertinggi yang membuat kita kaget.

Kita dipaksa berubah karena kita terlalu cepat bergerak. Kecepatan bergerak tanpa dibarengi oleh kesadaran atas alam sekitar selalu membuat kerusakan. Kita sadar ini tapi kita tidak peduli. Dan ketidak pedulian kita ini lah yang membuat alam dengan cara yang unik membuat kita berhenti.

Saya tidak punya cukup alasan untuk membenci tahun 2020 walaupun kehidupan kami jadi sangat terengah-engah, melihat apa yang sudah kami, umat manusia perbuat terhadap bumi tempat tinggal kita yang merepresentasi sebagian kecil dari alam semesta ini.

Yang pasti ide-ide bermunculan untuk menghadapi tahun 2021 ini tanpa harus mengisinya dengan kebencian terhadap tahun 2020.

Goodbye 2020, Welcome 2021

Photo by Danil Aksenov on Unsplash