Yak…..celoteh, kata itu akhirnya saya temukan setelah mencoba mencari istilah yang tepat untuk menggambarkan pemikiran-pemikiran yang sering pop-up dari dalam kepala yang bawelnya ampun-ampunan. Tadinya kata yang muncul adalah “ranting”…..hanya saja itu kan bahasa Inggris ya, dan dalam bahasa Indonesia pun ada artinya yang sama sekali bukan arti yang ingin saya gunakan.

Kalau memang suara-suara itu bawel, kenapa kategorinya dinamakan bawel saja kak? Salah satu partisipan dalam kepala ini juga sempat melontarkan ide tersebut. Saya kok merasa bawel itu konotasinya negatif ya? Bukan negatif gimana tapi lebih mengarah ke annoying gitu lho. Menurut saya kata “bawel” itu lebih sering digunakan kalau kita merasa terganggu, dan semua pemirsa setuju dengan pendapat saya tersebut.

Saat saya sempat beberapa saat pindah hosting (dengan domain yang sama), sempat akhirnya saya mengganti kategori “blog” dengan “celoteh”, alhasil semua pemikiran yang kadang-kadang ajaib jadi tumpah kesana. Mereka seolah-olah merasa cocok dengan kategori tersebut. Yak celoteh, that’s what they doing, makanya jadinya ngalir keluar. Dan sejujurnya penamaan kategori “blog” itu membuat jadi jauh lebih jaim, lebih hati-hati dan jadinya terkesan kurang ekspresif.

Ah itu kan hanya pikiran elo aja Bang. Betul banget, dan saya juga kaget betapa ternyata pikiran saya yang sepele tersebut ikut mempengaruhi lancarnya kegiatan menulis. Betapa faktor cocok apa tidak cocok juga bisa jadi sangat berpengaruh dalam menuangkan ide.

Kesimpulan yang bisa saya ambil jadinya adalah pastikan semuanya nyaman dan sesuai dulu maka semua ide-ide yang bagus akan tumpah ruah.

Kalau dalam pekerjaan gimana Bang? Nah ini…….kasih senyum aja deh…:-D

Shirt photo created by 8photo – www.freepik.com