Kayaknya seru ya membuat tulisan review tentang lagu? Eh kalau lagu mungkin istilahnya bukan review kali ya? Review kan melihat ulang? Ah ribet…..iya meninjau ulang dan membahas kesan yang didapat dari sudut pandang penulis tentunya. Boleh? Ya boleh lah, hitung-hitung latihan dan juga buat catatan pribadi tentang kesan yang didapat.

Ok untuk review pertama ini saya ingin membahas satu lagu dari Maliq & D’essentials yang berjudul “Menari” (Komposer: Widi Pradiredja). Kita dengerin dulu kali ya…:-)

Trend musik retro memang merebak di tanah air, dimana beberapa musisi atau group band juga mulai memposisikan karya-karya mereka bergaya retro. Sebut saja misalnya band papan atas Naif atau band-band baru seperti Nona Ria ataupun Diskoria.

Maliq & D’essentials merilis lagu ini di tahun 2010, dan lagu ini merupakan salah satu dari beberapa lagu yang membuat bulu kuduk saya berdiri saat mendengarkannya. Ya tapi ini mungkin hanya terjadi pada saya sih, karena lagu itu kan seperti album foto yang mempreserved kenangan yang dimiliki oleh setiap orang, dan pastinya beda-beda. Bagi saya mendengarkan lagu ini membawa kenangan masa kecil saat saya masih tinggal di flat (apartemen) di bilangan Tanah Abang di tahun 70an kalau tidak salah. Hidup begitu santai dan indah dari kacamata anak sekecil itu tentunya, yang pastinya saat ini saya tahu bahwa hidup selalu dijaga keindahannya oleh setiap keluarga agar bisa menjadi memori yang baik di masa dewasa nanti.

Kembali ke lagunya, pemilihan suara instrumen sepertinya memang disengaja menggunakan jenis-jenis suara yang ada pada tahun 70-80an terutama suara-suara yang dihasilkan oleh keyboard & synthesizer, walaupun masih terlalu bersih juga jika ingin dibandingkan produksi suara pada tahun 70an ataupun 80an. Namun justru lebih bagus karena saya termasuk orang yang cukup terganggu dengan suara yang tidak bersih.

No offense lho ya tapi menurut saya tidak ada yang terlalu istimewa dengan vokalnya kedua lead vocal mereka (Angga & Indah), namun karena kekuatan lagu karya Widi Puradiredja ini maka emosi dalam lagu ini jadi lebih mencuat kepermukaan.

Suasana yang membangunkan bulu kuduk itu terbentuk saat suara string masuk di detik 55 dan puncaknya adalah pada putaran kedua dimana masuknya fill in trompet di menit 2:16…..langsung semriwing…haha!

“Jika jatuh cinta, dunia serasa milik berdua”, ini tergambarkan dalam lagu Menari ini dengan indah, membawa kenangan masa lalu langsung kehadapan.

Walaupun pada “masa lalu” dimana gaya lagu seperti ini populer kemungkinan anggota Maliq & D’essentials ini mungkin masih kecil semua kali ya.

Thanks for this beautiful song guys!