John Gray pernah membuat buku yang berjudul Men From Mars & Women From Venus. Dengan berandai-andai ada yang tinggal di kedua planet tersebut, John ingin menggambarkan perbedaan yang sangat jelas antara penghuni di kedua dunia tersebut. Saya tidak akan membahas isi bukunya John Gray, walaupun saya sudah tahu bahwa buku tersebut sangat bagus. Saya lebih tertarik untuk membahas tentang perbedaan-perbedaan yang semakin lama semakin bermunculan di dunia tempat kita tinggal yang kemudian membentuk kelompok-kelompok yang dalam tulisan saya ini saya sebut dengan Universe.

Kita memiliki universe kita masing-masing, yaitu tempat di mana kita bisa diterima, dimengerti, nyambung dengan orang-orang yang sama-sama memiliki pengalaman yang sama. Universe kita bisa jadi yang disebut dengan generasi

Kita tinggal dikelilingi oleh orang-orang dan lingkungan yang memiliki banyak persamaan. Mereka memiliki norma-norma yang kurang lebih sama semua, dan tentunya saya tidak perlu lagi menjelaskan ya mengapa kita semua memiliki banyak persamaan tersebut. Dan semua persamaan tersebut membuat kita jadi nyaman dan cocok tinggal di lingkungan tersebut.

Kita berkomunikasi sehingga kita bisa tahu siapa yang cocok dengan kita, dan juga kita berusaha menyesuaikan dengan orang-orang disekeliling kita tersebut agar mereka pun merasa nyaman dan cocok dengan keberadaan kita di antara mereka. Sampai akhirnya teknologi datang dan memporak porandakan kelompok-kelompok yang terbentuk tersebut.

Well, sebetulnya kata-kata “memporak porandakan” itu terlalu berlebihan sih. Yang terjadi sebetulnya adalah teknologi membuat perubahan yang menjadikan kita harus kembali meredefinisikan kelompok-kelompok tersebut. Teknologi membuat dengan mudahnya ita bisa terkoneksi untuk mempelajari satu sama lain sehingga bisa menentukan definisi kecocokan antar manusia sekali lagi. Seperti sebuah quote dari Heraclitus yang menyebutkan bahwa “The Only Constant In Life Is Change”, maka teknologi juga mendisrupsi kelompok-kelompok tersebut sehingga kita kembali harus meredefinisi apa yang disebut dengan Universe bagi masing-masing dari kita.

Apakah artinya perubahan universe itu adalah sesuatu yang buruk? Iya kalau kita beranggapan universe itu tidak harus berubah, namun bagi yang sudah paham bahwa yang konstan itu hanya perubahan, bisa dipastikan mereka bisa menerimanya bahkan bisa lebih siap menghadapinya.

Manusia itu sebetulnya mahluk adaptif, dimana selalu bisa beradaptasi. Dengan kemampuannya beradaptasi ini maka biasanya universe nya juga selalu berkembang (saya tidak menggunakan istilah berubah). Semakin luas universe yang dijangkau maka semakin siap pula ia untuk menghadapi medan.

Apakah kalian termasuk orang yang sudah cukup puas dengan universe yang sudah kalian tempati saat ini? Atau kalian termasuk orang-orang yang selalu ingin memperlebar universenya?

Jawaban dari dua pertanyaan tersebut akan sangat menentukan kemana arah hidup Anda kedepannya nanti…:-)

Photo by Bryan Goff on Unsplash