Dulu saat blog jadi tempat ngumpul para penggiat maya, rasa-rasanya mendapatkan komentar atas posting itu bukanlah hal yang sulit. Namun sekarang saat pusat keramaian bergeser ke media sosial, maka blog kembali fungsinya sebagai catatan pribadi alias jurnal. Para blogger hanya bisa melihat bahwa blognya masih dibaca dari statistik yang terekam, dengan bagian komen yang paling hanya terisi satu-dua. Padahal interaksi (engagement) memiliki fungsi yang sangat penting bagi blogger, yaitu sebagai bahan bakar penyemangat.

Blogger itu sama dengan content creator hanya medium yang digunakan adalah blog/website. Kontennya juga saat ini bukan hanya terpaku dengan tulisan, namun bisa foto, audio ataupun video. Jadi memang sekarang menjadi blogger itu tidak melulu menjadi penulis kecuali ya memang suka menulis. Berbeda dengan content creator yang lain yang kebanyakan membuat content dengan harapan mendapatkan traffic, blogger hanya mengharapkan apresiasi berupa komentar, atau hanya sekedar likes (thumbs up, atau rating) atau share sudah cukup.

Hari ini saya seharian ngetwit di Twitter, dan twitteran nonstop sampai malam ini menghasilkan dua orang subscriber blog saya menyapa (@sintaskata & @andrianiann_). You know what? Walaupun kalian menyapanya di Twitter, sebagai blogger rasanya tahu bahwa kalian masih mengikuti tulisan-tulisan saya seperti mendapatkan berkah.

Ya seperti saya bilang, blogger itu gak neko-neko sih, sesederhana interaksi di kolom komentar saja sudah cukup membuat ia semangat berkarya.

Itulah hubungan yang unik antara blogger & pembacanya…:-)

Technology photo created by wayhomestudio – www.freepik.com