Butek di rumah? Ya jalan-jalan. Writer’s block? Jalan-jalan obatnya. Kelamaan mikir? Ya jalan-jalan lah. Apa sih jalan-jalan ini kok jadi kayak minyak kutus-kutus yang diklaim bisa bermanfaat dari A sampai Z? (sorry no offense ya, cuman hanya buat ilustrasi saja).

Kata-kata kerennya adalah refreshing, disaat pikiran kita sudah jenuh maka butuh yang namanya refreshing. Buat seorang pembuat konten jalan-jalan seperti apa yang harus dilakukan? Sebagai seorang blogger, satu kata yang paling mujarab ya blogwalking yang sebenarnya populer di kalangan blogger.

Di jaman dulu saat para blogger banyak yang masih aktif, blogwalking itu adalah cara kita bersilaturahmi ke rumah sesama blogger, tentunya sembari menikmati konten dan ikutan belajar. Cara yang digunakan juga sangat-sangat mengikuti etika bersosialisasi di dunia real, yaitu menyapa, berkomunikasi, berdiskusi atau sekedar meninggalkan jejak dengan mengekspresikan apresiasi kita dengan melike dan memberikan rating.

Saat ini banyak blogger pada pensiun lalu meninggalkan ‘rumah’nya untuk dapat bersosialisasi di jalur cepat yang namanya medsos. Mantan-mantan blogger handal masih terlihat kemampuannya saat mempostingkan status-status yang sangat deskriptif pada kolom status media sosial. Saking deskriptifnya jadi kayak blog pendek. Tetap cukup menyenangkan untuk dibaca dan dinikmati. Walaupun kadang saya rada mbatin juga, karena muncul pertanyaan kenapa gak meneruskan blogging saja jika masih punya kekuatan ngeblog sebagus itu di status medsos?

Well, blogger itu adalah mahluk sosial, selain sebagai manusia yang juga mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial tentunya blogger harus berinteraksi. Begitu dunia blog menjadi sepi karena penduduknya pada bermigrasi ke boomtown medsos, maka banyak blogger yang craving for interaction jadi tergoda ikutan pindah juga. Nah ini membuat blog-blog seperti kota mati. Tapi apakah benar mati? Ya sebenarnya tidak ya, hanya saja hakikat blog sebagai tempat menyimpan catatan kembali menjadi jurnal pribadi lagi seperti jaman buku harian yang pakai gembok dulu. Yaaa sesekali gemboknya juga dibuka sih untuk teman-teman terdekat.

Pertanyaan terakhir adalah bagaimana membuat blog tidak jadi tempat yang sepi? Jawabannya satu…..rajin-rajin lah berkunjung ke rumah tetangga sesama blogger. Tinggalkan pesan, komen, ledek-ledekan, atau apapun supaya notifikasinya sampai ke si blogger yang sedang asik main jauh di sana. Dengan demikian maka, bersama-sama kita bisa mulai membangun silaturahmi lagi.

Walah….ini mulainya dari hanya ngomongin jalan-jalan lho ya? hahaha. Gimana menurut kalian?

Photo by Toa Heftiba on Unsplash