Pak Sapardi Djoko Damono (alm) dalam bukunya yang berjudul “Alih Wahana” menjelaskan pengertian judul bukunya tersebut sebagai pengubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lainnya. Wahana itu ia artinya dengan kendaraan, jadi alih wahana adalah proses pengalihan dari satu jenis ‘kendaraan’ ke jenis ‘kendaraan’ lain. Karena pak SDD (singkatan dari nama pak Sapardi) ini adalah seorang sastrawan maka konteks yang ia gunakan tentunya berkaitan dengan karya yang ia usung yang masuk dalam koridor kesenian. Ini yang menjadi menarik, karena dengan demikian konversi sebuah karya seni dimungkinkan diubah agar dapat sesuai dengan medium tertentu yang memiliki penikmat berbeda dengan medium asalnya.

Saya cukup terkejut juga saat membaca buku pak SDD ini karena sebelum pak SDD merilis bukunya tersebut, saya sudah melakukan hal serupa yaitu contohnya mempodcast kan posting blog saya, dan juga memvlogkan posting blog saya. Oleh karena itu saya merasa kaget dan senang juga karena ternyata pak SDD memiliki pemikiran yang sama, bedanya dengan kapasitas beliau, sebuah pemikiran yang saya anggap ide sederhana ini, ditangan pak SDD menjadi sebuah buku setebal 229 halaman, yang tentu saja tidak bisa dibandingkan sama sekali dengan saya yang punya draft buku gak kelar-kelar, bertahun-tahun….hahahaha

Yang menarik adalah dengan berpikiran seperti itu kita jadi bisa melipat gandakan konten yang kita buat (ya saya anggap tulisan di blog, audio di podcast dan video di vlog itu semua konten) dalam berbagai medium, dan bisa memuaskan preferensi penikmat karya di masing-masing medium tersebut.

Coba deh cek medium-medium milik saya di bawah ini, bisa gak menemukan konten hasil alih wahana yang saya buat?

Jika kalian juga melakukan hal yang sama dengan saya, boleh dong berbagi sehingga saya bisa menikmati konten hasil alih wahana kalian.

Photo by Jonathan Farber on Unsplash