Jika kalian berusia 30an atau 40an (atau bahkan 50an) dan lalu kalian percaya pada pendapat orang kebanyakan, maka bisa jadi kalian akan berpikir bahwa jalur entrepreneur itu sudah lewat dan sudah terlambat untuk memulai bisnis sendiri.

Benarkan demikian? Salah total! Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018 oleh Biro Sensus dan dua orang profesor MIT menemukan bahwa pengusaha paling sukses itu cenderung mereka yang berusia paruh baya, bahkan di sektor teknologi sekalipun. Para peneliti menyusun daftar yang terdiri dari sekitar 2,7 juta pendiri perusahaan yang mempekerjakan setidaknya satu karyawan antara 2007 dan 2014. Rata-rata pendiri startup itu berusia 45 tahun ketika dia mendirikan perusahaan teknologi paling sukses.

Dan secara umum, seorang pengusaha yang berusia 50 tahun hampir dua kali lebih mungkin untuk memulai sebuah perusahaan yang sangat sukses daripada yang berusia 30 tahun. (Atau, dalam hal ini, usaha sampingan yang sukses.)

Masih belum yakin? Lihat statistik di bawah ini:

  • Pendiri startup berusia 50 tahun ini 2,2 kali lebih mungkin menemukan startup yang sukses saat berusia 30 tahun.
  • Pendiri startup berusia 40 tahun ini 2,1 kali lebih mungkin menemukan startup yang sukses saat berusia 25 tahun.
  • Pendiri startup berusia 50 tahun ini 2,8 kali lebih mungkin menemukan startup yang sukses sebagai pendiri berusia 25 tahun.

Dan ini ada data statistik yang lebih heboh lagi:

  • Pendiri startup berusia 60 tahun 3 kali lebih mungkin menemukan startup yang sukses sebagai pendiri startup berusia 30 tahun, dan 1,7 kali lebih mungkin menemukan startup yang berakhir di 0,1 persen teratas dari semua perusahaan.

Mengapa bisa begitu?

Ada banyak penyebab, tetapi faktor kuncinya adalah adanya perbedaan antara ide dan eksekusi.

Ide memang bagus, tapi eksekusi adalah segalanya. Hal yang sama berlaku untuk strategi: Strategi itu penting, tetapi taktik (apa yang sebenarnya dilakukan di lapangan) adalah yang membantu perusahaan tumbuh.

Jauh lebih sulit untuk mengeksekusi dengan baik ketika seseorang memiliki pengalaman yang terbatas. Jauh lebih sulit untuk mengembangkan strategi yang baik ketika seseorang memiliki pengalaman yang terbatas. Jauh lebih sulit untuk membuat keputusan taktis yang cerdas, terutama ketika kalian perlu membuat sejumlah keputusan setiap hari, dengan kondisi keterbatasan pengalaman.

Pikirkan seperti ini: Orang suka berkata, “Anda perlu tahu apa yang tidak Anda ketahui”. Satu-satunya cara untuk mengurangi jumlah hal yang tidak Anda ketahui dan memiliki pemahaman yang masuk akal tentang hal-hal mana yang Anda lakukan dengan baik, dan mana yang tidak, adalah dengan mendapatkan pengalaman.

Hal tersebut bisa dibilang benar terutama jika menyangkut pengalaman kepemimpinan.

Jadi, jika kalian berusia 40-an dan ingin memulai bisnis, lakukanlah. Jika kalian berusia 50-an, lakukanlah. Jika kalian berusia 60-an, lakukanlah. Tidak perlu lagi ragu

Pengusaha yang sukses itu tidak memiliki sesuatu yang tidak berwujud berkaitan dengan entrepreneurial seperti ide, bakat, dorongan, keterampilan, kreativitas, yang mungkin juga tidak kalian miliki. Keberhasilan mereka tampaknya sudah kelihatan tak terelakkan dari awal.

Setiap pengusaha di beberapa titik melihat ke cermin dan berkata, “Banyak orang lain yang telah berhasil … dan saya juga akan berhasil”.

Percayalah pada diri sendiri, terutama jika kalian mau bekerja keras.

Sains membuktikan bahwa pengalaman, keterampilan, koneksi, keahlian, dan bahkan usia, ada di pihak kalian.

Mulailah tempatkanlah semua itu untuk kalian.

Bukan untuk orang lain.

Woman photo created by rawpixel.com – www.freepik.com