Beberapa perusahaan menerapkan strategi digital dan terus maju. Yang lain, yah, ada juga yang gugup tentang konsekuensinya. Anda tidak bisa menyalahkan menyalahkan mereka, ya dimaklumi saja bahwa perjalanan digital tidak semuanya manis dan mencerahkan. Proses penyesuaian ke digital itu adalah proses yang messy dan mengganggu. Produk yang sudah berjalan bisa dikanibal. Coba perhatikan penderitaan yang dialami banyak media cetak saat mereka beralih dari model berlangganan berbasis kertas ke model online. Pekerjaan karyawan dapat direstrukturisasi, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Perhatikan perubahan yang dihadapi oleh staf call-center, karena semakin banyak tugas berbasis permintaan yang dapat ditangani oleh bot.

Tentunya ada eksekutif yang bertanggung jawab atas itu semua. Proses pengambilan keputusan mereka cenderung terbalik, karena mereka diminta untuk menunjukkan data di balik keputusan mereka, atau bahkan menunda lebih banyak otoritas untuk keputusan berbasis data yang mungkin bertentangan dengan keputusan mereka sendiri.

Perhatikan penderitaan yang pernah dihadapi General Electric, yang kini jadi terkenal karena di tengah-tengah transformasi dari organisasi industri lama menjadi perusahaan yang digerakkan oleh perangkat lunak.

Dengan semua kekacauan yang tercipta oleh aktivitas digital, para risk manager dalam organisasi, seperti yang bertugas dibagian keuangan, manajer keamanan, auditor, kemungkinan akan mencoba mengerem untuk memperlambat perjalanan digital. Apakah ini hal yang bijaksana? Orang-orang yang bekerja di PwC (PricewaterhouseCoopers) telah banyak memikirkan tentang risiko yang melekat, jelas, dan tidak-begitu-terlihat yang datang dengan transformasi digital. Mereka mencermati perusahaan yang belajar mengatasi risiko yang datang dengan aktivitas digital, terungkap dalam survei mereka di tahun 2019 terhadap 2.000 eksekutif.

Prognosis tim PwC pada saat itu terhadap perusahaan yang telah mengatasi ketakutan mereka akan risiko digital: “Mereka secara digital cocok. Mereka terlibat lebih awal dalam inisiatif digital. Dan mereka secara digital merombak fungsi mereka sendiri dengan menempatkan dan melengkapi diri mereka dengan kemampuan berbasis data (termasuk keterampilan, alat, dan teknik), dengan menyajikan lebih banyak real-time insight dan dengan bertindak bersama dengan rekan fungsional mereka untuk memberikan pandangan umum tentang risiko”.

Menurut temuan PwC, 83% eksekutif yang paham risiko ini melaporkan bahwa mereka “maju atau berada di jalur yang tepat dengan peta jalan digital mereka” dibandingkan 57% rekan mereka yang lebih gugup. Selain itu, 72% perusahaan yang paham risiko juga “memenuhi atau melampaui harapan mereka pada perbaikan customer experience”, dibandingkan hanya 45% dari mereka yang kurang mampu menangani risiko.

Sementara laporan tersebut ditargetkan pada para risk manager, laporan tersebut juga berfungsi sebagai panduan yang cukup beralasan bagi mereka yang perlu mengatasi penolakan dan kegugupan di seluruh jajaran mereka saat mereka akan melangkah ke ranah digital. Penulis laporan menguraikan 6 kebiasaan penangan risiko digital yang sukses:

Mereka melakukannya dengan “all-in” ke dalam rencana digital organisasi mereka. Sebagai permulaan, ada pertanyaan tentang apa sebenarnya arti “transformasi digital”. Lebih dari sekadar membawa teknologi baru atau meningkatkan efisiensi, ini berarti “cara baru untuk memecahkan masalah, menciptakan pengalaman unik bagi pelanggan dan karyawan, dan mempercepat kinerja bisnis”. Perusahaan yang ada di depan, akan membuat visi digital mereka “dapat ditindaklanjuti dan terukur”.

Mereka meningkatkan dan menyuntikkan bakat baru untuk bergerak dengan kecepatan organisasi. “Dibutuhkan investasi terus-menerus untuk menjaga skill tetap segar seiring berkembangnya teknologi dan untuk menjaga kepuasan sumber daya yang terampil digital”.

Mereka menemukan kecocokan pada teknologi yang sedang berkembang. “Teknologi yang baru muncul seperti AI, otomatisasi proses robot (RPA), dan Internet of Things membawa efisiensi ke tingkat yang baru”. Mengotomatiskan fungsi utama untuk “membebaskan kapasitas dan mengalihkan sumber daya agar dapat mengerjakan lebih banyak insight dan analisis yang bernilai tambah”.

Mereka memungkinkan organisasi untuk bertindak atas risiko secara real time. Ini membutuhkan data yang dikelola dengan baik, dapat diakses, dan dapat dipercaya.

Mereka secara aktif melibatkan pengambil keputusan dari inisiatif digital yang utama. “Terus terhubung dengan pemangku kepentingan tentang risiko yang berasal dari inovasi.”

Mereka berkolaborasi untuk memberikan pandangan risiko yang terkonsolidasi. “Kemampuan untuk mengkorelasikan titik data di seluruh sumber data yang baru dan sudah ada akan mengarah pada kolaborasi yang lebih besar di seluruh lini pertahanan dan identifikasi, pemantauan, dan pengujian risiko yang lebih dinamis”.

Dengan transformasi digital yang sudah mulai disadari oleh hampir setiap organisasi, risiko yang mengikutinya jadi sangat penting. Digital itu berisiko, tetapi menghindari transformasi digital bahkan lebih berisiko.

Technology vector created by vectorpouch – www.freepik.com