Memiliki keterampilan dalam mengelola kalender editorial secara efektif dapat menyiapkan Anda untuk kesuksesan menjalankan content marketing.

Mengelola blog membutuhkan waktu, perencanaan, dan pengorganisasian, dan ini bisa menjadi tantangan bagi banyak marketer. Menjalankan blog seperti bertanggung jawab atas publikasi Anda sendiri, dan penting untuk memikirkannya seperti itu, terutama jika Anda ingin memaksimalkan potensi konten Anda. Ini bisa sangat mengecewakan pembaca ketika mereka mengunjungi situs web dimana kontennya belum diperbarui dalam beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

Sebagai seorang blogger yang juga sering diberikan kepercayaan untuk mengelola konten pada corporate blog milik klien, saya bertanggung jawab untuk mengelola kalender editorial yang kami buat untuk klien kami. Tugas yang sederhana dengan meluangkan waktu untuk mengatur dan mengeksekusi, menjadikan strategi pemasaran konten dapat berjalan dengan sukses. Untuk seorang content marketer, perusahaan-perusahaan, dan calon blogger, berikut adalah beberapa tips bermanfaat yang telah saya pelajari selama mengelola kalender editorial.

Temukan Alat yang Tepat

Dengan begitu banyaknya aplikasi kalender editorial yang tersedia, sangat sulit untuk menyaring dan menemukan yang terbaik. Pada dasarnya adalah bahwa yang Anda butuhkan hanyalah kalender untuk memulai. Kalender Google atau Outlook sebetulnya sudah cukup jika Anda belum siap untuk berinvestasi pada aplikasi yang berbayar. Bahkan ada yang hanya menggunakan spreadsheet untuk menjaga konten kami tetap teratur.

Buat Tema & Tulis Tentang Tema-Tema Tersebut

Apa yang menurut saya sangat membantu, dan juga yang dilakukan semua publikasi, adalah membuat tema bulanan dan/atau tema triwulanan. Anggap saja seperti majalah bulanan yang muncul di kios koran setiap bulan, biasanya ada tema khusus yang dibahas, misalnya masalah tubuh, masalah hiburan, dan lain sebagainya. Tema-tema ini tidak direncanakan di bulan sebelumnya, mereka biasanya direncanakan setahun sebelumnya. Faktanya, banyak publikasi memiliki masalah tema yang sama setiap bulan, tahun demi tahun. Jika Anda memerlukan sedikit inspirasi tentang di mana menemukan ide cerita untuk tema Anda, Google trends bisa jadi tempat yang baik untuk memulai.

Ikuti Siklus Berita Umum, Tapi Tambahkan Twist Anda Sendiri

Flow konten itu biasanya dipengaruhi oleh peristiwa terkini, liburan, dan musim. Gunakan ini sebagai garis besar tentang cara menempatkan tema dengan benar untuk kalender editorial Anda. Namun, penting untuk menjadi orisinal, dengan kata lain, jangan meniru apa yang dilakukan perusahaan kompetitor Anda, tetapi biarkan pola berdasarkan musim ini berfungsi sebagai inspirasi. Anda harus tahu apa yang paling diminati audiens untuk dipelajari lebih lanjut, jadi ingatlah itu saat memutuskan point-of-view terbaik untuk mengambil tren atau liburan tertentu.

Bersikaplah Transparan & Bagikan Kalender Anda

Kalender editorial bukanlah dokumen rahasia yang hanya boleh dilihat secara internal. Faktanya, Anda akan kehilangan banyak iklan, dukungan, dan blogger tamu yang tertarik (yang artinya lebih banyak konten!) jika Anda merahasiakanya. Coba search nama publikasi dan “kalender editorial” apa pun dan Anda akan melihat apa yang mereka rencanakan untuk diliput sepanjang tahun.

Tentukan Seberapa Sering Anda Ingin Memublikasikan & Rencanakan Sebelumnya

Saat merencanakan kalender editorial Anda, Anda harus memiliki frekuensi terbit yang sudah ditetapkan (seberapa sering Anda berencana untuk menerbitkan ke blog Anda). Hal ini dapat berubah setelah Anda terbiasa dengan layanan penulisan konten dan/atau tim penulis internal Anda. Apa pun yang Anda putuskan, patuhi itu dan bangun kepercayaan terhadap pembaca Anda dengan membuat Anda bisa dipercaya. Ini juga merupakan praktik terbaik untuk membuat konten Anda dibuat dan diedit setidaknya satu minggu sebelumnya. Dengan cara ini Anda tidak akan berebut untuk posting blog setiap hari.

Kalender editorial adalah alat yang diperlukan untuk setiap marketer yang bertanggung jawab atas strategi konten. Semoga bisa membantu mengarahkan Anda menuju kesuksesan dalam membuat konten.

Photo by Emma Matthews Digital Content Production on Unsplash