Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan sebagai konsekuensi melonjaknya angka penularan virus Covid19 di masa pandemi di Indonesia. Kalau tidak salah, kita mengenal PPKM ini dengan berbagai istilah, saya pribadi rasanya rada malas untuk mencari tahu. Yang pasti ini sama saja dengan lockdown, dimana masyarakat diminta untuk tidak kemana-mana, dengan aturan penutupan tempat usaha, dan fasilitas-fasiltas umum.

PPKM ini adalah upaya agar virus Covid19 terhambat penularannya dalam kurun waktu tertentu. Tentunya akan sangat ideal jika seluruh lapisan masyarakat dapat melakukannya, namun kenyataannya tidak begitu. Untuk bisa bertahan tetap tinggal di rumah dalam kurun waktu tertentu (hanya bisa keluar untuk belanja bahan makanan), kita harus punya simpanan dana (tabungan), atau bahan-bahan pendukung kehidupan yang mencukupi. Ya kalau tidak akan sangat sulit untuk menahan kita untuk tetap ada di dalam rumah bukan?

Saya coba ilustrasikan sedikit secara sederhana ya. PPKM atau lockdown ini selalu dikedepankan oleh banyak orang untuk menghambat penularan. Saya sangat-sangat setuju, namun permasalahannya tidak semudah itu. Kondisi masyarakat itu sangat beragam. Ada orang yang secara keuangan cukup baik sehingga mereka bisa bertahan tanpa bekerja untuk mendapatkan uang selama beberapa waktu sehingga mereka bisa tinggal di rumah dan harapannya terhindar dari penularan virus. Tapi banyak juga orang-orang yang pekerjaannya hanya bisa memenuhi hidup secara harian, dengan kata lain hasil pekerjaan yang didapat hari ini ya untuk hari ini, sehingga besok mereka harus bekerja lagi untuk kebutuhan esok hari. Sehingga ya no wonder jika mereka tidak akan bisa mematuhi peraturan PPKM ini.

Dengan kondisi yang sangat kompleks ini ya saya pikir semua keputusan yang diambil seharusnya juga mempertimbangkan semua konsekuensi yang mengikutinya. Misalnya, jika memang PPKM total yang harus diberlakukan, maka kebutuhan anggota masyarakat untuk bisa bertahan hidup harus juga diperhatikan. Kita semua tahu bahwa untuk urusan pendistribusian bantuan pun kita punya segudang masalah yang seringkali menyebabkan terjadinya ketidak adilan. Ya pokoknya jangan sampai kita diharuskan untuk mematuhi aturan tapi karena aturan tersebut keluarga kita jadi tidak bisa makan. Atau ya PPKM diperlunak namun aturan protokol kesehatan super ketat mesti dijamin untuk diberlakukan. Untuk ini kita juga tahu bahwa untuk menegakkan aturan lalulintas saja pihak yang berwajib seringkali keteteran bukan?

Ya saya tidak ingin membuat tulisan ini jadi tulisan yang sifatnya sekedar curhat tanpa ada dasar apapun, namun kita semua mesti sadar bahwa memang kita semua sedang menjalani badai pandemi ini bersama-sama, namun kita tidak berada di kapal yang sama. Sehingga sangat tidak adil jika keputusan yang diberlakukan tidak memperhatikan kondisi ini.

Illustration by Barbara Kelley