Oleh John Barrows

Saya merasa beruntung dan terhormat karena masuk dalam Forbes sebagai salah satu dari Top 30 Social Salespeople in the World tetapi hal tersebut membuat saya berpikir, mengapa dan bagaimana saya bisa masuk dalam daftar ini? Saya pasti sudah melakukan sesuatu yang benar. Jadi saya memutuskan untuk duduk dan berpikir tentang apa arti Social Selling bagi saya dan menulis tentang hal tersebut, siapa tahu ada yang tertarik dan sedang mencari arahan tentang hal tersebut.

Penjualan pada dasarnya bersifat sosial, jadi menurut saya Social Selling bukanlah sesuatu yang baru. Saya justru berpikir bahwa penggunaan semua alat penjualan sosial untuk membantu menjual secara efektif adalah hal baru dan terus berkembang. Pendekatan saya terhadap ‘social selling’ dapat dibagi menjadi dua komponen utama: 1) Langsung dan 2) Tidak Langsung.

Komponen yang langsung terkait dari social selling adalah memanfaatkan platform media sosial seperti Twitter, FaB, Linkedin, InsideView, Gagein untuk mencari hal-hal yang dapat menghubungkan orang yang ingin Anda targetkan dan agar dapat segera bertemua dengan mereka. Misalnya, saya melihat CEO salah satu akun target saya men-tweet sesuatu tentang fokusnya pada efisiensi operasional di tahun mendatang.

Jika produk atau layanan yang saya miliki dapat membantu efisiensi operasional, maka saya dapat men-tweet mereka tentang hal itu secara langsung atau mengirimi mereka email yang menjelaskan nilai yang mungkin dapat saya tambahkan ke situasi mereka berdasarkan apa yang mereka katakan. Intinya adalah untuk mencari informasi tentang apa yang orang atau perusahaan lakukan atau katakan sehingga Anda bisa sangat relevan saat Anda menjangkau mereka.

Komponen tidak langsung dari social selling adalah tentang membangun personal brand Anda sendiri sehingga orang pada akhirnya datang kepada Anda dan melihat Anda sebagai expert di industri yang anda geluti, bukan hanya sebagai tenaga penjualan. Ini membutuhkan lebih banyak waktu dan tidak memberikan kepuasan instan yang tampaknya semakin kita dambakan akhir-akhir ini. Ini semua tentang menambahkan nilai ke target pasar Anda menurut saya.

Inilah sebabnya mengapa saya menulis blog dan selalu mencoba untuk menambah nilai dengan tidak hanya berbicara tentang teori tentang sesuatu hal tetapi benar-benar memberikan tips yang berguna kepada orang-orang tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Saya memposting atau me-retweet artikel tidak hanya tentang penjualan tetapi tentang topik bisnis yang menurut saya penting untuk target pasar saya. Saya bergabung dengan grup di LinkedIn dan menjawab pertanyaan orang tanpa mengarahkan mereka kembali ke situs web saya atau memberi tahu mereka bahwa saya dapat membantu memecahkan masalah mereka jika mereka menghubungi saya.

Jadi, dengan semua itu, luangkan waktu untuk memikirkan pendekatan “Social Selling” Anda. Rekomendasi saya tidak hanya mencari informasi yang dapat Anda gunakan untuk terhubung dengan orang-orang tetapi juga memposisikan diri Anda sebagai expert di industri dengan berbagi informasi yang relevan. Ini akan membantu Anda sepanjang karier Anda, apa pun pekerjaan yang Anda miliki.

John Barrows
LinkedIn: www.linkedin.com/in/johnbarrows
Web: www.jbarrows.com
Twitter: @jmbarrows

Business photo created by tirachardz – www.freepik.com


Tulisan ini merupakan rangkaian dari serial tulisan “Social Selling Serial Tips” yang berisi kumpulan pendapat dari para praktisi terkemuka yang profilnya ada di LinkedIn. Anda dapat melihat siapa penulisnya dan menghubungi mereka langsung lewat setiap link yang ada pada akhir setiap tulisan.