Saya punya pertanyaan tentang plastik. Ya saya punya pertanyaan yang terus menerus menghantui saya tentang penggunaan plastik untuk kehidupan kita semua. Benarkah plastik itu berbahaya bagi kehidupan kita semua? Perlu kah kita menghentikan penggunaan plastik karena alasan bahwa plastik itu membahayakan kehidupan kita?

Hampir semua teman-teman saya bilang bahwa kita harus berhenti menggunakan plastik karena plastik itu tidak ramah lingkungan. Saya setuju sih hanya menurut saya dengan catatan yaitu kalau plastik tersebut dibuang jadi sampah dengan sangat tidak bertanggung jawab. Kenapa demikian? Ya menurut saya selama produk plastik tersebut masih memiliki manfaat bagi kita dan kita gunakan ya produk plastik tersebut belum jadi “sampah” yang kemudian dibuang tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Bahkan setelah dianggap tidak bergunapun membuangnya saja kita perlu aturan tersendiri. Permasalahannya ya mindset kita terhadap sampah itu ya harus segera dikoreksi. Mindset ini lah yang menurut saya jadi biang keladinya.

Saya ambil contoh yang paling sederhana. Kebanyakan dari kita selalu membuang kantong kresek setelah digunakan (yang artinya dianggap tidak berguna lagi), padahal kantong kresek itu diciptakan bukan untuk single-use melainkan untuk penggunaan berkali-kali. Tapi ya tetap saja para pengguna lebih banyak yang menganggap kantong kresek itu sampah yang harus dibuang setelah sekali pemakaian.

It’s a toxic mindset. Toxic mindset for our environment, for sure.

Bukan salah plastiknya, karena plastik itu diciptakan tentu saja supaya bisa berguna bagi kita. Tantangannya adalah bagaimana membuat kegunaan-kegunaan lanjutan dari plastik agar tidak jadi racun bagi lingkungan tempat kita hidup.

Photo by Julia M Cameron on Pexels.com