Opini + Pemikiran + Celotehan

Social Media

Bagaimana Web Bertransformasi

Pengalaman yang didapat akan jadi lebih baik ketika bisnis dibangun di sekitar pengguna

Pernah dengar nama Zynga? Di sekitar tahun 2012an Zynga adalah perusahaan game terbesar di dunia. Namun di hampir setiap dimensi yang secara tradisional diukur oleh industri game, game besutan Zynga itu bisa dibilang gagal. Mereka memiliki resolusi gambar yang lebih rendah, mereka kurang kuat, mereka satu dimensi. Tetapi mereka memiliki satu fitur yang tidak dimiliki permainan lain yaitu Mereka dibangun di sekitar orang dan hubungan antar orang tersebut. Saat Anda memainkan game Zynga, Anda dapat melihat teman-teman Anda yang juga bermain dan berkolaborasi dengan mereka. Zynga membangun bisnis mereka di sekitar orang. Kepopuleran mereka seharusnya tidak mengejutkan, bila kalian lupa kita semua telah bermain dengan orang lain selama ribuan tahun.

Permainan dalam game Call of Duty sangat kuat dan fotorealistik. Sejak 2003, actiVision perusahaan pembuatnya telah menghasilkan tujuh seri game Call of Duty yang independen. Total penjualan mencapai hingga 60 juta kopi
CityVille buatan Zynga diluncurkan pada Desember 2010 dengan kondisi yang kurang kuat, dengan grafis beresolusi jauh lebih rendah daripada Call of Duty. Ia memiliki 110 juta pengguna, hampir dua kali lipat dari total franchise Call of Duty, karena dibangun di sekitar pengguna.

Saat Facebook Photos diluncurkan pada 2005, ada banyak produk foto lain di pasaran. Facebook Photos secara fitur lebih rendah di hampir semua bidang. Mereka hanya mendukung lebih sedikit jenis file, hanya mendukung foto dengan resolusi lebih rendah, dan tidak memiliki banyak fitur pengeditan, seperti memutar, memotong, atau menghilangkan mata merah. Tetapi Facebook Photos memiliki satu fitur yang tidak dimiliki oleh yang lain, yaitu kemampuan untuk menandai teman Anda (tag). Facebook Photos tidak dibangun di sekitar konten, melainkan dibangun di sekitar orang-orang, dan kenyataannya orang lebih peduli tentang melihat teman-teman mereka daripada melihat foto-foto beresolusi tinggi, atau foto-foto pemandangan indah. Facebook Photos dengan cepat menjadi pemimpin pasar, mendukung lebih banyak unggahan foto daripada gabungan semua pesaing.

Facebook Photos dibangun di sekitar orang-orang yang ada di foto

Etsy adalah situs ecommerce yang memungkinkan orang menjual barang yang mereka buat sendiri. Etsy ini memiliki struktur situs ecommerce yang khas, dengan barang-barang yang dijual dibagi ke dalam kategori dan sub-kategori, dan berbagai objek ditampilkan di beranda (homepage). Etsy tidak dibangun di sekitar orang. Seperti hampir semua situs ecommerce lainnya, Etsy dibuat berdasarkan konten.

Halaman depan etsy memiliki tata letak ecommerce yang khas: kategori di sebelah kiri, konten editorial di tengah. Halaman depan tersebut tidak dipersonalisasi, dan sulit untuk menemukan hadiah untuk orang tertentu.

Bayangkan jika kita harus membeli hadiah untuk teman dari Etsy. Mungkin sulit untuk menemukan sesuatu yang Anda tahu akan disukai teman. Dan kategori yang disusun Etsy tidak membuatnya lebih mudah. Namun, di sinilah menjadi menarik: Situs web Etsy sengaja dibuat agar dekat dengan orang-orang. Etsy terhubung dengan Facebook yang memungkinkan Anda dapat memilih teman untuk dibelikan, dan kemudian mengatur ulang konten di sekitar hal-hal yang “disukai” orang itu di Facebook. Tiba-tiba, terasa jauh lebih mudah untuk membeli hadiah yang menurut Anda akan disukai oleh teman Anda.

Bagian beranda dari situs web telah berubah menjadi hal-hal yang mungkin disukai orang yang akan Anda belikan hadiah, berdasarkan apa yang dia sukai di Facebook. sekarang mudah bagi saya untuk membelikannya hadiah.

Web sedang dibangun kembali dengan didekatkan pada orang-orang

Ada banyak bukti bahwa web sedang dibangun kembali di sekitar orang-orang. Ini bukan perubahan kecil, ini adalah arsitektur ulang yang mendasar. Kita beralih dari web yang menghubungkan dokumen secara bersama-sama ke web yang menghubungkan orang bersama-sama. Profil seseorang, yang memberi tahu kita hal-hal yang mereka pedulikan, dan koneksi mereka, yang memberi tahu kita siapa yang mereka percayai, akan berpindah bersama mereka saat mereka berpindah dari situs web ke situs web lainnya. Perancangan kembali web yang mendasar ini akan mempengaruhi hampir semua bisnis, karena hampir semua bisnis berputar di sekitar orang. Kita menonton film dan pergi ke konser dengan teman-teman. Kita meminta saran perjalanan dan pergi bepergian dengan teman-teman. Kita membeli barang-barang saat kita bersama teman-teman. Kita berbagi berita dengan teman-teman . Bahkan dengan vertikal bisnis tradisional yang konservatif seperti keuangan, kami meminta nasihat teman tentang bank terbaik untuk membuka rekening, atau berapa tingkat hipotek yang masuk akal. Bisnis yang menempatkan orang, bukan konten atau teknologi, sebagai pusat model bisnis mereka berkembang pesat dan dalam beberapa kasus mengungguli pemain lama.

Agar sukses di web, bisnis perlu memahami mengapa web itu dibangun kembali di sekitar orang-orang serta memahami pola perilaku di balik perubahan ini.

Web memasuki fase ketiga dalam perkembangannya. Fase pertama (A) adalah dokumen yang terhubung bersama. Untuk bisnis, ini sering berarti menyalin dan menempelkan materi pemasaran cetak mereka secara online. Ketika kami berinteraksi dengan situs web, kami tidak dapat berinteraksi dengan orang lain. dengan fase kedua (B) kami mulai melihat peluang untuk berinteraksi dengan orang lain. Beberapa situs web memiliki ulasan, dan cara untuk meninggalkan komentar. Banyak bisnis hanya menambahkan tombol jaringan sosial ke halaman situs mereka yang sudah ada. Ini adalah perilaku sosial yang diikat. Kita sekarang memasuki fase ketiga (C), di mana situs web dibangun kembali di sekitar orang-orang. Perilaku sosial menjadi fitur utama, dan tidak terikat.

Sedikit tambahan:

Jangan berpikir tentang web sosial sebagai seperangkat fitur untuk ditambahkan ke situs Anda yang sudah ada. Web sosial bukan tentang menambahkan tombol “like” atau tombol “share” ke halaman di web Anda. Mengunci fitur sosial tidak akan ada gunanya, karena kita tidak dapat mengunci perilaku sosial secara offline. Kita telah melihat bagaimana Zynga, Facebook Photos, dan Etsy menemukan kembali bisnis mereka dengan mendesain keberadaan mereka di sekitar orang-orang.

Bayangkan sebuah web sosial itu seperti Anda melihat listrik yang selalu ada, memberi daya pada yang lainnya. Perilaku sosial juga sama: Selalu ada, memotivasi kita untuk bertindak, dimana itu menjadikan web sosial ini harus ditempatkan di tengah proses pengembangan.

Hand photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: