Opini + Pemikiran + Celotehan

Blog

8 Perbedaan Utama Digital Nomad dan Freelancer

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Gaya hidup digital nomad telah menjadi sangat trendi selama beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak orang yang ingin bekerja dengan laptop mereka di pantai yang indah, dan siapa yang bisa melarang mereka?

Bagi para freelancer, terjun ke kehidupan digital nomad itu bukanlah lompatan besar, karena banyak dari mereka sudah memiliki kemampuan untuk bekerja dari jarak jauh di mana pun tempat bekerja yang mereka pilih.

Perbedaan Utama antara Digital Nomad dan Freelancer

Namun, jika Anda mempertimbangkan untuk menjadi seorang digital nomad, maka Anda harus tahu bahwa ada perbedaan utama dalam melakukan pekerjaan lepas, ada yang baik, dan ada juga yang buruk. Saya coba uraikan perubahan terbesar yang akan Anda alami antara menjadi seorang freelancer dan menjadi seorang digital nomad.

1. Kenyamanan Rumah

Freelancer yang bekerja dari rumah sering kali punya bagian di rumah mereka yang digunakan sebagai kantor, dengan komputer berlayar besar untuk bekerja, dan akses instan ke kamar mandi, teh, kopi, dan kenyamanan rumah lainnya.

Sedikit berbeda. Anda akan memiliki hari-hari di mana tidak ada tempat untuk bekerja selain di tempat tidur kamar hotel yang gelap, atau mungkin internet cafe tua yang penuh dengan komputer jadul dari tahun 90-an. Bekerja di perjalanan berarti Anda harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitar Anda, yang artinya terkadang itu adalah pantai dengan deretan kafe cantik dan WiFi gratis, namun terkadang tidak.

2. WiFi

Mungkin perbedaan terbesar antara bekerja lepas (freelancing) dan bekerja secara remote adalah harus berurusan dengan keberagaman aksesibilitas dan keandalan WiFi. Semua digital akan sadar tentang seramnya tiba di lokasi yang terpencil dengan kecepatan WiFi yang sangat lambat dan tidak ada pilihan lain.

Freelancer yang mengandalkan internet hampir secara eksklusif untuk menyelesaikan pekerjaan mereka mungkin harus melakukan ekstra riset di lokasi yang akan dikunjungi sebelum menjadi digital nomad.

3. Peralatan/Gadgets yang Terbatas

Saat Anda bepergian tanpa membawa apa-apa selain ransel, maka berat bawaan harus menjadi prioritas. Oleh karena itu, jumlah alat dan gadget yang dapat Anda bawa jauh lebih terbatas jika dibandingkan ketika Anda bekerja lepas di rumah dimana fasilitas bisa disiapkan sebanyak yang Anda butuhkan.

Ini tidak terlalu menjadi masalah bagi freelancer yang hanya membutuhkan laptop, tetapi jika Anda seorang fotografer lepas, pembuat film, atau artis, Anda mungkin merasa sulit untuk memasukkan semua peralatan profesional Anda, serta pakaian Anda, ke dalam persyaratan bagasi yang ketat yang banyak diterapkan oleh maskapai penerbangan.

4. Kesulitan Karena Perbedaan Waktu

Berada di zona waktu yang berbeda dengan klien Anda dapat menghasilkan jam kerja yang menarik. Sebagai seorang remote worker, tekanan sering terjadi pada Anda untuk membuat rapat dan tenggat waktu yang mengikuti zona waktu klien. Tergantung di mana Anda berada, ini bisa berarti sangat larut malam atau dini hari agar sesuai dengan jam kerja mereka.

Sisi positif dari kehidupan seorang digital nomad adalah bahwa ketika harus bekerja di malam hari atau dini hari berarti Anda akan memiliki sebagian besar hari Anda untuk menjelajahi negara-negara baru yang menakjubkan yang akan Anda kunjungi.

5. Komunikasi

Ada perbedaan besar antara berkomunikasi dengan klien sebagai freelancer yang bekerja dari rumah, dan sebagai digital nomad. Dengan biaya telepon dari luar negeri yang terlalu tinggi, menelepon klien dari negara lain tidak semudah itu—belum lagi Anda harus segera menghubungi klien di rumah saat tengah malam.

Menjadi seorang digital nomad berarti mengandalkan alat online seperti Skype dan Zoom untuk komunikasi yang konsisten dengan klien dan kolega Anda. Meskipun terkadang sedikit merepotkan, tidak bisa menerima panggilan sepanjang hari cenderung membuat Anda jauh lebih efisien dalam menyelesaikan pekerjaan.

6. Kesepian

Jika Anda seorang freelancer di negara Anda sendiri, kemungkinan besar Anda akan memiliki klien, kolega, teman, dan keluarga di dekat Anda pada saat merasa kesepian atau kebosanan. Sebagai seorang digital nomad, sistem pendukung ini tiba-tiba tidak mudah didapatkan, yang kemudian dapat menjadi kesulitan bagi banyak orang.

Meski para freelancer harus membiasakan diri bekerja sendiri ketimbang di keramaian kantor, terkadang bekerja sebagai digital nomad bisa jadi lebih sepi. Bepergian di negara dengan bahasa asing dapat membuat sulit untuk mendapatkan teman baru, terutama jika Anda selalu ada di belakang laptop hampir sepanjang hari. Jika Anda baru mengenal gaya hidup digital nomad, salah satu tips terbesar yang bisa saya berikan adalah tetap tinggal di hotel dan mencari tahu di mana ada co-working space. Ini bisa menjadi peluang bagus untuk mendapatkan teman baru dan bahkan jaringan di niche freelance Anda.

7. Memenuhi Tenggat Waktu

Saya tidak akan bohong: kehidupan sebagai seorang digital nomad itu memiliki banyak gangguan! Anda harus sangat termotivasi untuk membuat diri Anda bekerja ketika Anda lebih suka keluar menjelajahi kota-kota baru dan menemukan petualangan baru.

Freelancer membutuhkan dorongan yang sama untuk fokus dan menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, dan pada kenyataannya bekerja sambil bepergian itu sangat penting untuk memelihara semangat untuk tetap bekerja. Jika Anda ingin menjadi digital nomad, Anda harus mempraktikkan disiplin yang serius untuk memastikan Anda memenuhi tenggat waktu secara konsisten dan membuat klien Anda senang.

8. Mendapatkan Klien

Jika Anda sudah menjadi freelancer dengan klien reguler, Anda selangkah lebih maju. Mendapatkan klien sebagai digital nomad kadang-kadang bisa rumit, dengan beberapa perusahaan menunda karena kurangnya konsistensi di tempat kerja Anda.

Berada di luar dari tempat kerja Anda mungkin berarti Anda harus bekerja dua kali lebih keras untuk memenangkan penawaran dan mendapatkan klien untuk memastikan penghasilan Anda cukup untuk bekal perjalanan Anda.

Nah, apakah Anda seorang freelancer yang beralih menjadi digital nomad, atau hanya memikirkannya? Melakukan transisi dari bekerja secara remote dari rumah ke jarak jauh dari mana saja di dunia dapat menimbulkan konsekuensi penyesuaian yang besar, tetapi selama Anda siap untuk perubahan tersebut, maka tidak ada yang tidak bisa Anda tangani!

Leave a Reply

%d bloggers like this: