Opini + Pemikiran + Celotehan

Blog

Isoman Hari ke 4 – Desperately Seeking Medicine

Hari ini adalah hari ke 4 saya isoman dengan kondisi baru kemarin saya terkonfirmasi covid 19 lewat test rapid antigen, dimana cerita selengkapnya bisa dibaca di blogpost saya sebelumnya.

Hari ini adalah hari perburuan obat gratis yang memang oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dikatakan akan dibagikan bagi setiap. Bukannya saya gak mau rugi, tapi memang ternyata obat-obatan yang diresepkan untuk penderita Covid 19 itu cukup mahal (setidaknya buat saya lho ya).

Pada paruh hari pertama, problem yang terjadi kemarin masih belum berubah, yaitu saya belum mendapatkan pesan WA dari pemerintah yang membuat saya tidak bisa menebus obat-obatan gratis tersebut. Untungnya ada teman yang membantu sehingga saya bisa mendapatkan obat-obatan tersebut dan mulai mengonsumsinya setelah waktu makan siang (terima kasih banyak ya kawan).

Paket B

Gambar di atas ini menunjukkan obat-obatan gratis yang diberikan oleh Kemkes yang dikemas dengan sebutan Paket B yang artinya untuk penderita Covid 19 bergejala ringan. Paket B ini terdiri dari Multivitamin (sebelah kiri) yang harus diminum 1 kali sehari), lalu Paracetamol 500 MG (tengah) yang harus diminum 3 x sehari 1 tablet serta yang terakhir Favipiravir 200 MG (kanan) dengan dosis yang rada tidak biasa, yaitu di hari pertama harus diminum sebanyak 8 tablet dalam 2 kali sehari, lalu hari kedua – kelima harus diminum 3 tablet dalam 2 kali sehari.

Ya, karena tidak biasa makan obat sebanyak itu dalam sekali telan, jadi sesudahnya perut berasa penuh. Tapi apa boleh buat, apapun akan saya lakukan demi kesembuhan kan ya?

Pada sore hari, sahabat saya kang Yudi Jodjana mengirimkan sebuah artikel dari Detik Health yang berjudul: “Positif COVID-19 Lewat Antigen Kini Bisa Telemedicine Gratis, Cek Syaratnya” yang sepertinya memberikan jawaban bagi kebingungan saya selama ini. Ternyata memang sebelumnya hanya test PCR lah yang NIKnya eligible untuk mendapatkan obat-obatan gratis, sedangkan saya kan testnya rapid antigen, pantas saja NIK saya tidak terdaftar, walaupun di pedulilindungi.id sudah langsung tercantum bahwa saya positif. Pada artikel tersebut disebutkan bahwa pada sore hari tadi sudah mulai diberlakukan pembukaan pengguna test Antigen untuk bisa menebus obat gratis. Tentu saja saya menyambutnya dengan gembira. Apakah sore hari tadi saya langsung dapat? Ya tidak, saya baru dapat WA dari Kemkes di malam hari, dan langsung saya cek di sini dan terlihat bahwa NIK saya sudah terdaftar. Tentunya langsung saya melakukan pemesanan di sini dengan mengupload resep digital yang sudah saya dapatkan kemarin malam.

Itu dulu update dari saya. Selain aktivitas mengajar, menulis blog membantu saya agar tidak terjebak dalam insanity karena harus mengurung diri dalam kamar kecil ini dan juga tekanan-tekanan yang terjadi. Mudah-mudahan badai ini bisa cepat berlalu ya…..Amiiiin.

Salam sehat selalu bagi kita semua!

Photo by cottonbro on Pexels.com

2 Comments

  1. semoga lekas pulih 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: