Opini + Pemikiran + Celotehan

Blog

Masa Depan Pekerjaan Remote

woman in purple shirt sitting by the table using macbook

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Lewatlah sudah masa-masa ketika kerja jarak jauh (remote) hanyalah anomali yang menarik, yang hampir tidak terdengar dan jarang dipraktekkan oleh sebagian besar organisasi. Pemandangan telah berubah. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan remote akan sama, jika tidak melampaui, jumlah kantor pada tahun 2025.

Sebagaimana semakin banyaknya perusahaan yang menyadari manfaat dari memperluas talent yang mereka pekerjakan dan juga memperluas jangkauan perekrutan di luar geografi lokal mereka (kehidupan kerja yang lebih seimbang, biaya perumahan yang lebih rendah untuk karyawan, tidak ada stres terkait perjalanan dan polusi yang lebih sedikit, peningkatan peluang kerja di negara-negara berkembang, mempopulasikan kembali kota-kota kecil dan keberagaman dalam organisasi), membuat pekerjaan remote akan terus mendapatkan momentum sebagai standar untuk organisasi di seluruh dunia.

Jadi, bagaimana masa depan pekerjaan remote saat ini? Bagaimanapun, setiap perusahaan dan setiap pekerja/karyawan pasti berbeda. Apa alat dan tren yang akan membentuk cara karyawan remote saat ini untuk berinteraksi dengan pemberi kerja mereka? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama kita harus melihat lanskap saat ini untuk pekerjaan remote, organisasi, dan profesional.

Status kerja remote saat ini

Hampir dua pertiga perusahaan di Amerika Serikat memiliki karyawan yang bekerja di luar kantor. Sebagai gambaran: 3,9 juta orang di Amerika Serikat bekerja secara remote setidaknya separuh waktu pada 2018, dan itu artinya naik 115% dari jumlah pekerja remote yang dilaporkan pada 2005.

Mengapa meningkat secara drastis?

Untuk perusahaan di kota-kota besar dengan biaya hidup yang tinggi, pekerjaan remote membuka pintu bagi para new talent. Perusahaan-perusahaan menemukan bahwa mereka dapat mempekerjakan karyawan jarak jauhremote dengan tingkat bakat dan pengalaman yang sama dengan kandidat lokal, dan dengan biaya yang jauh lebih rendah untuk standar karyawan dan organisasi. Pekerjaan remote juga membuka pintu bagi kandidat terampil yang tidak mampu atau tidak mau pindah.

Geografi bukan satu-satunya faktor penentu untuk pekerjaan remote. Seiring dengan semakin populernya kehidupan “digital nomad”, karyawan menegosiasikan lingkungan kerja yang fleksibel sebagai bagian dari paket tunjangan mereka sehingga mereka dapat bepergian dan bekerja dari mana pun yang mereka pilih, sambil mempertahankan pekerjaan full-time.

Manfaat yang didapatkan oleh para employers sangat besar. Lebih dari 82% milenials yang bekerja secara remote, melaporkan peningkatan perasaan loyal kepada employers mereka sebagai hasilnya. Pengusaha jadi bisa menghemat uang untuk perekrutan dan biaya pelatihan serta menuai keuntungan dari tenaga kerja yang setia dan terlibat secara aktif. Selain itu, penelitian telah menunjukkan juga bahwa ada peningkatan produktivitas saat bekerja secara remote, meskipun perusahaan tradisional masih mengkhawatirkan kondisi tidak berada di kantor secara fisik.

Selain pengalaman kami sendiri sebagai profesional yang bekerja secara remote, bisa dilihat juga alasan-alasan yang didapat melalui jawaban dari serial wawancara Remoters yang dilakukan dengan para profesional, organisasi, dan pakar yang bekerja secara remote, di mana fleksibilitas waktu dan lokasi telah menjadi keuntungan kerja remote yang disebutkan paling atas, diikuti oleh peningkatan produktivitas di antara para profesional yang bekerja secara remote.

Remote Work Advantages in 2019

Tantangan Bekerja Secara Remote

Tentu saja, bekerja secara remote itu bukan tidak ada tantangannya. Bekerja secara remote membutuhkan pola pikir (mindset) yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan bekerja di kantor, duduk bersebelahan dengan rekan kerja. Faktanya, 20% karyawan remote melaporkan perasaan kesepian akibat pindah ke lingkungan kerja dimana mereka harus bekerja sendiri. Kabar baiknya adalah solusinya mungkin hanya berjarak beberapa klik saja (dan sekaligus mengatasi keluhan umum lainnya dari pekerjaan remote: hambatan komunikasi).

Alat untuk bekerja secara remote dan platform komunikasi telah berkembang jauh melampaui telepon dan email. Platform video dan chat menghubungkan pekerja remote dengan cara yang tidak pernah bisa dilakukan oleh alat konferensi di masa lalu. Dengan berbagai alat video, chat, dan kolaborasi yang tersedia saat ini, pekerja remote memiliki kemampuan untuk terhubung dengan rekan kerja dalam sekejap dan bertemu secara “tatap muka” melalui video.

Kekhawatiran lain dari pekerja remote dan employers adalah bagaimana mengelola pekerjaan. Pengusaha khawatir bahwa pekerja remote akan membuang-buang waktu perusahaan. Sedangkan pekerja merasa seolah-olah pekerjaan mereka tidak diperhatikan.

Ini kembali dikonfirmasi ketika ada pertanyaan tentang kelemahan kerja remote mana yang paling penting saat wawancara dilakukan, ditemukan bahwa yang teratas adalah kurangnya interaksi pribadi dan isolasi/kesepian.

Remote Work Disadvantages in 2019

Jadi apa solusinya?

Ketika lingkungan kantor bergeser, pengusaha harus mengubah seluruh pendekatan mereka tentang bagaimana mengelola tenaga kerja mereka. Langkah pertama adalah mengamankan 100% dukungan dari tim kepemimpinan sebelum menerapkan kebijakan kerja remote. Ini termasuk rencana untuk alat komunikasi, proses dan aktivitas, mematikan bias jarak sebelum sempat berakar, memberikan fleksibilitas kepada karyawan sehingga mereka benar-benar dapat memilih apakah mereka ingin bekerja dari rumah beberapa hari, dan ke coworking space beberapa hari per minggu jika mereka merasa terisolasi, atur “retret tim” secara bergantian.

83% karyawan merasa bahwa mereka tidak perlu berada di kantor untuk menjadi produktif. Terserah pengusaha untuk memberi mereka alat, proses, dan kemudian kepercayaan, untuk membuktikan nilai bisnis dari pekerjaan mereka sebagai karyawan remote.

Tren Bekerja Secara Remote

Seiring dengan berkembangnya popularitas pekerjaan remote sebagai “norma” untuk bisnis di seluruh dunia dan berdasarkan keuntungan serta tantangan saat ini, berikut adalah beberapa tren utama yang bisa diperhatikan dalam waktu dekat:

1. Keterampilan khusus digital dan bahasa Inggris akan lebih diminati

Sementara ekspektasi kefasihan dasar untuk teknologi dan peralatan digital ada pada setiap jenis model kerja (termasuk pekerjaan di kantor), kebutuhan akan kecakapan digital tingkat berikutnya jauh lebih tinggi pada pekerja remote. Mereka perlu mengetahui cara menggunakan alat komunikasi dan alur kerja yang “menutup jarak geografis” dan menjaga agar proyek tetap berjalan lancar.

78% HR managers mengharapkan keterampilan menjadi lebih terspesialisasi di tahun-tahun mendatang, dan sebagian besar peran remote saat ini bersifat digital: pemasaran digital, pengembangan Web, dan lain-lain. yang secara tradisional lebih mudah dilakukan secara remote.

Peran remote membuka peluang baru bagi kandidat yang tidak tertarik atau tidak dapat pindah. Ini juga menawarkan mereka lebih banyak kesempatan untuk menegosiasikan gaji dan tunjangan karena spesialisasi mereka meningkat dalam nilai pasar. Ketika perusahaan berinvestasi pada spesialis, ketersediaan pendidikan berkelanjutan dan pelatihan berkelanjutan akan menjadi lebih fokus untuk menarik dan mempertahankan pekerja remote khusus.

Selain itu, jika Anda ingin dapat bekerja dari jarak jauh dengan perusahaan di luar negeri, dan untuk berkoordinasi serta berkomunikasi dengan tim yang terdiri dari orang-orang dari seluruh dunia, sangatlah penting untuk dapat berbicara dengan mereka dalam bahasa yang sama, yang biasanya dalam bahasa Inggris, dan karena itu, sebagian besar posisi pekerjaan jarak jauh saat ini harus fasih berbahasa Inggris.

2. Lebih banyak perusahaan akan mulai mendukung “fleksibilitas” lokasi, bukan hanya “remote”

Organisasi mulai menyadari bahwa meskipun kerja remote adalah cara kerja yang disukai banyak orang, ini benar-benar tentang memiliki pilihan dan fleksibilitas berdasarkan kepribadian dan kebutuhan setiap orang. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada karakteristik tertentu yang akan membuat orang lebih cocok untuk bekerja secara remote, dan berdasarkan pengalaman serta wawancara, bisa dilihat bahwa tidak semua profesional yang bekerja secara remote benar-benar ingin hanya bepergian sepanjang waktu. , atau bekerja dari rumah atau dari lokasi tertentu, tetapi yang dibutuhkan dan diinginkan adalah fleksibilitas.

Remote Working Professionals Base in 2019

Maka akan menjadi lebih penting dari sebelumnya bahwa ketika perusahaan memulai dengan pengaturan kerja secara remote, alternatif diberikan kepada karyawan sehingga mereka dapat dengan mudah mengatasi tantangan bersama sebelumnya, seperti isolasi, dan kurangnya interaksi pribadi: Meliputi lokasi coworking atau coliving, kapan pun seseorang membutuhkan interaksi, memiliki program untuk melakukan perjalanan kelompok seperti yang dilakukan di Remote Years, yang mengorganisir retret tim, serta mulai menggunakan beberapa alat komunikasi yang lebih baik yang lebih berfokus pada kebutuhan kerja remote, seperti Zoom, Google Meet atau Focusmate.

3. Lebih banyak kafe dan coworking space yang akan menjadi lebih ramah terhadap “kerja remote” dengan fleksibilitas yang lebih tinggi dan layanan yang lebih banyak

Pada hasil wawancara yang dilakukan oleh Remoters, ditemukan bahwa lokasi yang disebutkan paling atas untuk melakukan pekerjaan remote bukanlah coworking space atau di rumah, tetapi di kafe. Banyak orang menjawab dengan berbagai jenis lokasi, hal ini menunjukkan pentingnya lagi-lagi memiliki fleksibilitas untuk dapat memilih tempat yang berbeda dari waktu ke waktu dan kemudian juga bagaimana kafe yang masih belum siap untuk digunakan sebagai tempat “kerja remote”, harus mengatasi masalah tersebut.

Places to Work Remotely at in 2019

4. Alat dan protokol baru yang memfasilitasi pekerjaan remote akan terus meningkat

Meskipun alat bantu kerja remote dan komunikasi yang sudah populer seperti Google Suite, Slack, Asana Skype, atau Trello sudah sangat digunakan oleh para profesional yang bekerja jarak jauh, ada kebutuhan yang jelas untuk alat generasi baru yang memberikan dukungan lebih baik dan diperlukan fungsionalitas tambahan yang ditargetkan. untuk para profesional yang bekerja remote; seperti Loom untuk berbagi rekaman video dengan mudah, timely untuk pelacakan waktu yang sepenuhnya otomatis, focusmate, virtual coworking untuk menghindari penundaan, atau Pukkateam untuk komunikasi virtual dengan ruang video.

Remote Work Tools in 2019

Selain itu, pekerjaan remote memerlukan tindakan keamanan tambahan dan bisnis harus mempertimbangkan perlindungan tambahan untuk melindungi data yang dikelola oleh karyawan remote, dengan menggunakan VPN saat terhubung ke internet dan menggunakan passwords managers. 38% pekerja remote mengatakan bahwa mereka tidak percaya diri dengan keahlian mereka sendiri dalam hal IT dan security. Organisasi/Perusahaan kemudian perlu menyediakan alat dan protokol keamanan baru untuk tenaga kerja remote ini.

Masa Depan Pekerjaan Itu Adalah Secara Remote

Seiring dengan berkembangnya teknologi baru dan permintaan tenaga kerja khusus, pekerjaan remote juga akan terus berkembang. Generasi baru pekerja mendefinisikan bagaimana dan di mana pekerjaan akan diselesaikan. Untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik, organisasi harus terus mencari cara baru bagi karyawan mereka untuk berinteraksi dengan bisnis dan satu sama lain– terlepas dari lokasi mereka tentunya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: