Mengelola Harapan


Hampir setiap kegagalan itu selalu diikuti oleh kekecewaan, dan terkadang dampaknya jauh lebih buruk daripada yang dapat kita bayangkan.

Menyebalkan memang.

Baca lebih lanjut

Interaksi Sosial Antar Kolega


Dengan merebaknya pandemi COVID-19, dunia bisnis harus melewati kenyataan baru, kantor tutup dan perusahaan menggunakan cara kerja jarak jauh, memperlihatkan bagaimana bisnis dapat bertahan – dan juga berkembang! Dan itu juga termasuk membina ikatan tim kerja dan hubungan karyawan yang kuat. Hanya karena kalau kerja di rumah tidak ada pantry khusus tempat bertemunya para teman kerja untuk ngobrol, itu tidak berarti perusahaan tidak dapat menciptakan peluang bagi para pekerja mereka untuk bisa saling terhubung.

Baca lebih lanjut

Brand Marketing Di Masa Krisis Pandemi


Dalam masa krisis, mungkin sulit bagi para marketers untuk mengetahui dari mana harus memulai. Hanya dalam beberapa minggu, orang telah beralih ke mode survival, fokus pada diri mereka sendiri, keluarga mereka, karyawan mereka, pelanggan mereka, dan komunitas mereka. Konten-konten di media sosial mencerminkan hal ini, dengan berseliwerannya permohonan agar sesama warga negara untuk mengikuti pedoman keselamatan dari pemerintah. Orang-orang telah melewati batas partisan untuk membangun jembatan di lingkungan dan komunitas mereka dan bersatu melawan kekuatan yang tidak terlihat.

Baca lebih lanjut

Aturan Tidak Tertulis


Saya gak tahu apakah jaman sekarang masih banyak orang main layangan. Pertanyaan tersebut terjawab sore ini ketika anak saya berteriak dari teras atas rumah kami, “papa…papa…..I see a kites papa”. Dan saya mendongak dan mendapati ada beberapa layangan yang diterbangkan cukup tinggi. Ya ternyata dijaman gaming berbasis online ini masih banyak juga anak-anak yang masih main layangan. Ya tentu saja beda pasar ya, agak-agak tendensius juga jika melihat sesempit itu.

Baca lebih lanjut

Mengalir


Seharusnya ngeblog itu ya ngalir seperti air sungai di pegunungan yang terus mengalir sampai ke laut. Gak perlu banyak aturan, gak perlu banyak pikiran. Dituang saja kayak kita menuang susu kedalam mangkuk saat ingin sarapan sereal. Salah ya tinggal koreksi atau minta maaf di blogpost berikutnya. Ya bahkan untuk minta maaf dan mengoreksi saja bisa jadi bahan ngeblog baru bukan? Ya pokoknya ngalir saja.

Baca lebih lanjut