Pelajaran dari Kegagalan Uber di Indonesia


Foto: Reuters

Seperti yang kita tahu akhirnya Uber di Indonesia diakuisisi oleh Grab. Banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana perusahaan pelopor disrupsi ekonomi ini akhirnya harus menjual perusahaannya pada perusahaan yang justru mengadopsi bisnis model yang mereka mulai duluan. Pada tulisan ini saya ingin menyoroti penyebab kegagalan Uber sehingga kita semua terutama untuk usaha rintisan bisa mendapatkan masukkan juga. Baca lebih lanjut

Model Bisnis Hiper-Disruptif: Freemium Model


Walaupun namanya mirip, namun model bisnis Freemium ini berbeda dengan model bisnis Free yang saya ulas di tulisan saya sebelumnya. Singkat kata pada Freemium Model ini pelanggan/pengguna diberikan akses ke layanan dasar (basic service), namun untuk mendapatkan fitur-fitur selengkapnya mereka dikenakan biaya. Baca lebih lanjut

Model Bisnis Hiper-Disruptif: Subscription Model


Ini adalah tulisan lanjutan dari sebelumnya yang merupakan tulisan pembuka dari rangkaian tulisan yang membahas tentang model bisnis hiper-disruptif ini.

Pada tulisan ini kita akan membahas model bisnis Subscription. Sebetulnya model bisnis ini bukanlah hal baru karena model bisnis ini sudah diterapkan dari jaman media tradisional juga. Siapa yang dulu tidak pernah berlangganan surat kabar di rumah? Atau jaman dulu dimana kita diharuskan untuk membayar iuran bulanan televisi untuk bisa menonton siaran TVRI. Dalam model bisnis ini, users atau lebih tepat disebut dengan subscriber/pelanggan harus membayar iuran wajib dalam kurun waktu tertentu untuk bisa mendapatkan akses atau untuk bisa menggunakan fasilitas. Hal ini masih diterapkan pada TV Kabel. Dengan cara ini provider mendapatkan pendapatan yang dapat diprediksi. Baca lebih lanjut

Cambridge Analytica, Etika dan Facebook


CEO Cambridge Analytica, Alexander Nix dan Co-Founder Cambridge Analytica, Christopher Wylie (Joshua Bright/Redux, Andrew Testa/The New York Times/Redux)

Beberapa hari lalu saya dikejutkan dengan sebuah video yang masuk ke timeline saya di Twitter dimana video tersebut menayangkan sebuah pengakuan tentang pelanggaran privacy dengan menyedot data profil jutaan pengguna sebuah jejaring sosial terbesar di dunia yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja yang bernama Cambridge Analytica. Baca lebih lanjut

Model Bisnis Hiper-Disruptif: Overview


Sekitar seminggu yang lalu saya sempat ngobrol kembali dengan sahabat lama saya, Nandi Dirgantoro, dimana kami berdua memang punya cita-cita membangun impian punya bisnis bareng namun belum kesampaian sampai sekarang. Topik obrolan yang kami bicarakan adalah tentang ketakutan pemilik bisnis tradisional akan perubahan tatanan ekonomi yang terjadi di dunia tempat kita tinggal sekarang ini. Baca lebih lanjut