Interaksi Sosial Antar Kolega


Dengan merebaknya pandemi COVID-19, dunia bisnis harus melewati kenyataan baru, kantor tutup dan perusahaan menggunakan cara kerja jarak jauh, memperlihatkan bagaimana bisnis dapat bertahan – dan juga berkembang! Dan itu juga termasuk membina ikatan tim kerja dan hubungan karyawan yang kuat. Hanya karena kalau kerja di rumah tidak ada pantry khusus tempat bertemunya para teman kerja untuk ngobrol, itu tidak berarti perusahaan tidak dapat menciptakan peluang bagi para pekerja mereka untuk bisa saling terhubung.

Baca lebih lanjut

Stigma


Jika sekarang belum, maka tidak akan lama lagi Anda akan segera mengenal seseorang yang menderita Covid-19 dan selamat. Mereka akan menjadi teman kita, keluarga kita, tetangga kita dan kolega kita. Sejarah akan menilai kita dengan cara kita memperlakukan mereka.

Baca lebih lanjut

Transformasi Digital Pada Perusahaan B2B


Beberapa minggu yang lalu saya diundang oleh salah satu BUMN yang cukup besar dan juga cukup sehat secara finansial, Semen Indonesia, untuk menjadi narasumber dalam konteks digital transformasi. Niat mereka mengundang saya itu agar saya (beserta 3 narasumber yang lain) dapat memberikan gambaran latar belakang mengapa transformasi digital perlu dilakukan oleh Semen Indonesia.

Baca lebih lanjut

Memasuki Era Masyarakat Tanpa Uang Tunai (1)


Okay, setelah ngebut bikin blogpost tentang #JapanTrip dan akhirnya sepakat dengan istri sendiri agar bisa tek-tokan konten untuk #KeluargaBangwin, maka saya bisa sedikit lebih lega untuk kembali ke topik serial yang sempat saya tinggalkan. Yak kembali ke topik yang kaitannya dengan disruptive economy dimana saat ini perlahan tapi pasti mulai memasuki kehidupan kita semua. Nope saya tidak bicara tentang kejadian yang ada di luar negeri, coba berapa banyak dari kalian yang secara rutin top-up akun Go-Pay kalian? Atau mungkin TCash?…..Padahal sebelumnya untuk punya kartu kredit saja akan berfikir berkali-kali. Fenomena apa ini?  Baca lebih lanjut

Selamat Datang di Era Uber


 

Kita semua mungkin tahu dan setuju bahwa bermunculannya layanan taksi/ojek online saat ini membawa berkah bagi kita dari sisi pengguna. Betapa tidak, yang dulunya kita harus antri berjam-jam untuk mendapatkan taksi dipinggir jalan kini hanya dengan memasukkan permintaan pada aplikasi di piranti digital yang kita miliki, lalu secara otomatis permintaan kita tersebut disebar ke areal terdekat tempat kita meminta untuk mendapatkan layanan yang tersedia. Begitu instan, begitu terprediksi, dan tidak ada kejutan sama sekali untuk bisa mengetahui biaya yang harus dibayarkan. Bahkan kita bisa menentukan berdasarkan rate yang ditawarkan apakah kita jadi atau tidak mengambil layanan tersebut. Selamat datang di era Uber, teman-teman! Selamat datang di era disruptionBaca lebih lanjut