Mengapa Konten yang Berisikan Emosi Moral Lebih Mudah Menjadi Viral di Online


Media sosial mengubah karakter percakapan politik kita. Seperti yang telah diperlihatkan oleh banyak orang, perhatian kita adalah sumber daya yang langka yang terus-menerus diperjuangkan oleh para politisi dan jurnalis, dan dunia online telah menjadi pemicu utama kemarahan moral kita. Kedua gagasan ini, ternyata, pada dasarnya terkait. Menurut makalah yang dibuat oleh 3 orang peneliti, Ana P. Gantman, Willian J. Brady dan Jay Van Bavel, kata-kata yang menarik bagi perasaan benar dan salah seseorang sangat efektif dalam hal menarik perhatian, yang dapat membantu menjelaskan realitas politik akhir-akhir ini.

Baca lebih lanjut
Iklan

Ukuran Kebahagiaan


Baru saja saya ngobrol dengan sahabat saya dari SMA dulu Ari Darmawan lewat Whatsapp, dimulai karena Ari tanpa sengaja melihat jenis mobil yang pernah saya gunakan dulu di jaman kami kuliah (kebetulan kami kuliah di kampus yang sama tapi beda fakultas). Begini percakapan kami:

Ari: Bang….mobil elo dulu Citroen kan ya?

Bangwin: Iya, Citroen Faf….Mobil prakarya….hahaha…kenapa Ri?

Ari: Gue liat mobil itu tadi….muncul perasaan hepi tersendiri

Bangwin: Wah iya, penuh kenangan tuh mobil. Liat dimana Ri?

Ari: Di Snapy

Bangwin: Ini mobil gue dulu tapi warnanya kuning Ri

 

Ari: Iya nih….
Beda yaaaa… biarpun kita hepi naik camry.
Tp ini bedaaaaaaaaa bgt

Ari: Ternyata ukuran hepi gw dari dulu cukup rendah…Cukup nebeng Citroen elo & gw inget terus ampe tua…😂😹🤣

Bangwin: Hahaha….alhamdulillah ya Ri, bayangin kalau ukuran hepi kita tinggi, mencapainya kudu ngos2an dulu Ri…..😂😂😂

Menabung Emas


Bila membaca judul blogpost ini yang kebayang adalah aktivitas beli emas dalam bentuk perhiasan atau emas batang lalu menyimpannya. Namun sebetulnya istilah menabung emas itu adalah mirip seperti kita menabung uang. Jadi secara fisik kita tidak menyimpan emasnya, namun jumlah emas yang kita miliki tercatat direkening dalam gram. Sehingga fluktuasi harga emas dapat langsung berpengaruh pada simpanan emas kita. Menarik bukan?

Baca lebih lanjut

Catatan Subuh


Sekitar pukul 2 pagi tadi saya terbangun dengan tubuh terasa remuk. Sendi-sendi sakit disertai dengan batuk-batuk yang memang setelah obat flu dari dokter kemarin habis permasalahan flu tersebut turun menjadi batuk.

Saya terbangun sendirian dan hanya bisa menatap anak dan istri saya tanpa tega membangunkan mereka untuk sekedar berkeluh kesah.

Saya teringat saat saya tinggal sendiri di negara orang (Singapore) dan saat saya sedang tidak enak badan tidak ada pilihan lain selain menyeret kedua kaki ini berjalan kaki selama sekitar 10 menit ke klinik terdekat di Orchard Road. Semua saya lakukan sendiri.

Jaman telah berubah, umur sudah tidak semuda dulu lagi. Kondisi finansial juga tidak membuat saya bisa memiliki kemewahan bersantai-santai bahkan hanya untuk memberikan tubuh ini waktu untuk recovery dari kelelahan.

Terus terang saya hanya memiliki blog ini yang seringnya saya gunakan sebagai tempat membangun persona agar bisa tetap relevan di dunia maya ini. Dalam kondisi kesendirian menghadapi semua kondisi ini saya pikir tidak ada salahnya juga untuk menjadi seorang manusia biasa yang memang dipenuhi masalah.

Mudah-mudahan kalian bisa memahami.