Mencoba Dailymotion


Selama ini saya selalu menggunakan YouTube sebagai video platform yang saya gunakan. Hanya saja yang jadi problem dengan YouTube ini adalah kepopulerannya yang kadang jadi sulit untuk tidak memperhatikan kanal YouTube tersebut sebagai media independen. Oleh karena itu saya mencoba mencari video platform lainnya sebagai alternatif. Salah satunya adalah Dailymotion, dan dibawah ini contohnya, tolong kasih pendapatnya tentang Dailymotion ini dibagian komen ya. Thanks!

*Mohon maaf backsound nya anak saya teriak-teriak….hehehe

Iklan

Nemu Twitwar Lagi


Hari ketiga lebaran di linimasa Twitter sudah ada twitwar yang merebak. Apa sih twitwar? Twitwar itu adalah perang kata-kata di linimasa Twitter. Penjelasan lebih lengkapnya mungkin bisa saya ambilkan tulisan dari sahabat saya Ario Adimas ini.

Tidak lama setelah saya menanggapi twitnya pak Nukman Luthfi tentang Twitwar ini, eh tertangkap mata twitwar yang baru merebak.

Seperti yang saya bilang, berantem diatas panggung disaksikan oleh para pendukung (dan juga haters) buat pelaku biasanya bikin lebih berapi-api dan lebih sulit untuk bersikap mengalah, karena faktor “on-stage” tadi itu. Ya bagaimana tidak, dipermalukan diatas panggung itu sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Oleh karena itu kebanyakan mereka terpancing untuk terus menerus menanggapi dan menanggapi sampai sering kali off-topic jauh banget.

Namun sebagai informasi aja nih, twitwar itu baru akan terjadi jika kedua belah pihak yang terlibat ikut terbawa suasana. Kalau yang satu tidak menanggapi, dijamin langsung adem ayem…..cobain deh. Saya sudah beberapa kali mencobanya 🙂

*dijaman dulu ada istilah flame war, nah twitwar ini sebenarnya sama dengan flame war, hanya terjadinya di Twitter*

Eid Mubarak 2018


Akhirnya kita mencapai hari kemenangan di tahun ini setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Tahun ini adalah tahun recovery bagi kami setelah hampir setahun penuh di tahun lalu dalam menjalani kehidupan yang cukup berat. Lebaran kali ini adalah saat-saat dimana kami bisa melatih diri untuk tetap bersyukur dan bersuka cita dalam keterbatasan.

Beberapa berita duka cita kami dapatkan dalam bulan Ramadhan yang baru saja berlalu, sampai dengan tadi malam, dimana kami mendapatkan berita bahwa mas Ari Malibu berpulang ke pangkuan Yang Maha Esa. Selamat jalan mas Ari Malibu, kepergianmu diiringi oleh bedug bertalu-talu dan sahut-sahutan takbir beriringan di seluruh dunia.

Happy Eid Mubarak for everyone!

Semoga kita semua mendapatkan berkah dan lindunganNya! Amien ya robbal alamiiien.

(akan saya update dengan foto-foto lebaran setelah semua terkumpul ya)

 

Mengajak Diaspora Pulang Ke Indonesia


Baru baca di linimasa Twitter ada yang posting tentang terobosan besar yang dilakukan oleh salah satu perusahaan jasa penyedia/pencari tenaga kerja untuk mengajak para diaspora untuk kembali ke tanah air (link beritanya menuju ke Swa Online).

Jadi kepikiran, bagi sebagian pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote seharusnya secara logika lokasi tempat bekerja jadi tidak terlalu relevan lagi bukan? Saya ambil contoh, seorang Happiness Engineer di Automattic (perusahaan inisiator WordPress) bisa berada dimana saja asalkan mereka memiliki akses ke internet. Dan jika kita perhatikan di Guru.com ataupun Freelancer.com, ada banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus memikirkan tempat kita bekerja, dengan kata lain semua pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote.

Permasalahannya adalah masih belum banyak perusahaan yang bisa menerapkan kebijakan bekerja secara remote di perusahaan mereka. Dan kadang hal tersebut membuat mereka kesulitan sendiri karena pada bidang-bidang tertentu memang tenaga yang diinginkan sangat sulit untuk didapat.

Tentu saja bukan berarti semua pekerjaan bisa dilakukan secara remote lho ya. Bila para diaspora memang ingin membangun bisnis di Indonesia, ya mereka harus relokasi ke tanah air. Dengan kata lain ya pulang kampung lah caranya.

Good Bye Yahoo! Messenger…You are surely be missed


Yahoo! Messenger, salah satu mbahnya semua aplikasi chat akhirnya diputuskan oleh pemiliknya yang baru, Oath Inc. untuk berhenti beroperasi setelah lebih dari 20 tahun malang melintang di dunia internet, mewarnai suka duka banyak orang mulai dari seusia saya sampai dengan anak-anak di era tahun 2000an.

Dari komentar yang bermunculan di media sosial, banyak yang mengungkapkan kenangan-kenangan sentimental bersama Yahoo! Messenger dimasa lalu. Betapa tidak saat internet mulai masuk ke Indonesia diawali dengan aplikasi chat MIRC yang masih bekerja under DOS (lalu Windows), lalu mulai populernya ICQ, aplikasi chat dari Israel, dan juga AIM dari AOL (yang juga sudah dihentikan), Yahoo! Messenger lah yang jadi pemenangnya dengan emoji-emoji yang bikin para pengguna tergila-gila serta jatuh cinta dengan aplikasi chat ini.

Banyak yang menggunakan YM, begitulah Yahoo! Messenger ini disebut, sebagai alat pengganti komunikasi untuk segala macam kebutuhan. Dari mulai ngobrol santai, sarana pacaran sampai membicarakan urusan kantor. Oleh karena itu pengumuman dari pihak Oath Inc. bahwa aplikasi chat legendaris ini ditutup memunculkan kembali rasa sentimentil mereka terhadap keberadaan YM ini, walaupun kita tahi bahwa sudah tidak lagi menggunakannya.

Untuk mengenang keberadaan dan masa kejayaan YM, bolehkah Anda berbagi kenangan dengan memberikan komen tentang kenangan Anda bersama YM ini?

Thanks!