Kita Adalah Warga Dunia


Kenyataan yang harus kita terima saat ini adalah kita hidup di sebuah tempat yang tidak lagi memiliki batas negara. Informasi yang kita miliki bisa dikonsumsi oleh orang lain yang tinggalnya dibelahan dunia sebaliknya (tentunya jika kalian meyakini bahwa dunia ini tidak datar) dalam hitungan detik. Ini bisa jadi ancaman namun bisa juga dilihat sebagai keuntungan. Betapa tidak? Seluruh manusia yang tinggal di dunia ini bisa menerima informasi dari kita (tentunya jika kita menargetkannya demikian), tinggal bagaimana mengolahnya agar bisa menjadi apa yang kita inginkan.  Baca lebih lanjut

Iklan

Me being A Buzzer?


Pagi ini saya mendapatkan pertanyaan yang membuat saya tertegun sejenak. “Mas, rate mu berapa ya kalau jadi buzzer?”.…..Well, to be honest saya pribadi sangat jarang jadi buzzer dengan pengertian sebuah brand memanfaatkan network/follower yang saya miliki untuk menyampaikan message mereka. Saya tanya dulu akhirnya tentang pengertian buzzer dimata si penanya tersebut karena bagi saya seorang buzzer itu bukanlah sebuah TOA (baca: loudspeaker), bagi saya kegiatan buzzing itu seharusnya tidak serta merta hanya menyebarkan message, namun harus ada strategi penyampaian pesan didalamnya serta eksekusinya didasari dari hasil strategi komunikasi tersebut. Banyak brand yang hanya menyiapkan message untuk didistribusikan ke KOL dan memperlakukan KOL sebagai alat amplifikasi bagi message mereka….It won’t work that way, folks.

How I’m doing this? What usually I’m doing? Give me a proper brief, I will create a digital communication strategy which will be implemented on how the brand message can be conveyed to the target market, and I will lead the team to execute. You can get the optimum impact on the market, I’ll guarantee…:-)

Memasuki Era Masyarakat Tanpa Uang Tunai (1)


Okay, setelah ngebut bikin blogpost tentang #JapanTrip dan akhirnya sepakat dengan istri sendiri agar bisa tek-tokan konten untuk #KeluargaBangwin, maka saya bisa sedikit lebih lega untuk kembali ke topik serial yang sempat saya tinggalkan. Yak kembali ke topik yang kaitannya dengan disruptive economy dimana saat ini perlahan tapi pasti mulai memasuki kehidupan kita semua. Nope saya tidak bicara tentang kejadian yang ada di luar negeri, coba berapa banyak dari kalian yang secara rutin top-up akun Go-Pay kalian? Atau mungkin TCash?…..Padahal sebelumnya untuk punya kartu kredit saja akan berfikir berkali-kali. Fenomena apa ini?  Baca lebih lanjut

Tips: Jalan-Jalan ke Tokyo? Jangan Lupa Kartu Sakti Suica (atau Pasmo)


Seperti yang saya ceritakan pada blogpost saya sebelumnya saat kami baru tiba di bandara Haneda, Tokyo, hal pertama yang saya lakukan adalah membeli kartu Suica (atau Pasmo). Apa sih kartu Suica/Pasmo ini? Tulisan yang masih termasuk serial  #JapanTrip nya #KeluargaBangwin ini akan menjelaskan lebih rinci tentang kartu yang saya juluki kartu sakti yang sebaiknya dimiliki jika sedang jalan-jalan di Tokyo ini, plus bagaimana mendapatkannya.  Baca lebih lanjut

Touch Down at Haneda dan Kesalahan Pertama di Tokyo


Sekitar pukul 09 lebih pesawat Garuda yang membawa kami mendarat di bandara Haneda International. Tokyo terlihat lembab…..yak lembab, jalanan basah terlihat seperti habis hujan. Memang Jepang pada musim panas kali ini ternyata justru memiliki curah hujan yang tinggi. Beberapa teman yang bilang bahwa musim panas di Jepang itu biasanya cukup panas akhirnya pada kenyataannya menjadi musim hujan (thanks Anna Soemarmo – Cabrera atas informasinya).  Baca lebih lanjut