Kesempatan Kedua: Pola Hidup Baru


Masih banyak yang merasa saya ‘menderita’ karena kondisi diabetes yang saya alami ini ternyata ya. Terbukti dari komen-komen di media sosial yang berusaha menenangkan saya, memberikan nasehat-nasehat yang sifatnya relieving dan lain sebagainya. Well, thanks guys, I do really appreciate your kind words. Namun dengan demikian saya seperti memiliki hutang untuk menjelaskan bagaimana pandangan saya terhadap kondisi yang saya alami saat ini dan bagaimana seharusnya teman-teman lainnya menghadapi kondisi khusus yang mereka hadapi seharusnya.  Baca lebih lanjut

Iklan

294 ke 136…Ini Baru Awal


Kira-kira 2 minggu yang lalu, saya memeriksakan kadar gula saya di Guardian, Bintaro Xchange, sesaat setelah makan siang dengan istri saya di Marugame Udon. Angka yang ditunjukkan oleh alat pengukur yang bermerk AccuCheck tersebut cukup mengagetkan operator yang membantu saya mengambil darah dan mengukurnya. Yaitu 294 yang artinya jauh diatas ambang batas normal 180 paska makan. Dan ini adalah pengecekan yang ketiga, dimana dua diantaranya mendekati 300.  Baca lebih lanjut

Kita Punya Masalah dalam Mengapresiasi


Akui saja bahwa bangsa kita banyak yang punya masalah dalam mengapresiasi. Banyak yang dari kecil hanya diajarkan kewajiban dan tanggung jawab tanpa words of encouragement (meminjam kata-kata dari Titan Arifin yang mengomentari status saya di Facebook). Alhasil mereka tumbuh sebagai pribadi-pribadi tukang cela dan tukang protes tanpa peduli prestasi dan sikap yang mereka miliki.  Baca lebih lanjut

Kedewasaan Masyarakat Kita


Mungkin teman-teman ada yang pernah berkunjung ke Manila? Ya ibukota negara Filipina. Dulu saat saya sedang ke Manila, disalah satu jalan protokol saya terheran-heran karena dibagian pinggir jalannya ada pagar yang dibentuk dari seutas kawat kecil membentang antara satu halte bis ke halte bis yang lainnya, yang hanya terputus di tempat penyebrangan dan juga halte bis. Pagar kawat tersebut tidak terlalu terlihat jika kita mengendarai mobil. Saya akhirnya bertanya pada rekan kerja saya yang memang orang Filipina tentang penggunaan pagar kawat tersebut.  Baca lebih lanjut

Kontrol Imajinasimu


Ada berita yang mungkin mengecewakan bagi para pengguna Instagram, yaitu berdasarkan riset yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health yang melibatkan sekitar 1500 remaja dan anak muda membuahkan hasil bahwa Instagram adalah jejaring sosial terburuk untuk kesehatan mental dan kesejahteraan. Selain menjadi platform untuk bisa mengekspresikan diri dan mengangkat identitas, dalam kesimpulan riset tersebut disebutkan juga Instagram dihubungkan dengan tingginya tingkat kecemasan (anxiety), depresi, bullying serta FOMO (fear on missing out) alias takut ketinggalan/kurang update.  Baca lebih lanjut

Keseimbangan Asupan & Konsultasi dengan Dokter Gizi


Kemarin adalah jatah saya untuk bersepeda setelah sehari sebelumnya saya sudah melakukan 30 menit jalan cepat (briskwalking – bukan jalan kaki pake Brisk lho ya…hahaha). Siangnya saya memang berencana untuk ke PMI Senayan City untuk donor darah. Tidak ada keluhan apa-apa pagi itu setelah bersepeda hanya saya merasa jauh lebih lelah daripada yang saya biasanya saya rasakan walaupun jarak yang ditempuh saat bersepeda lebih pendek dari biasanya. Ada apa ini?  Baca lebih lanjut

Vonis dari Dokter (dan apa yang harus dilakukan)


Dalam kurun waktu sebulan yang lalu adalah waktu dimana saya memasuki babak baru dalam kehidupan saya. Walaupun kesadaran diri sudah mulai muncul dalam setahun ini namun bulan-bulan belakangan ini saya seperti dicolek dan diingatkan oleh Yang Maha Kuasa bahwa sudah saatnya saya mulai memperhatikan kondisi tubuh saya jika ingin nanti ada di samping anak kami saat ia menyelesaikan kuliah, saat pertama kali ia dapat kerja, saat ia putus pertama kali sama pacarnya, saat pertama kali ia memutuskan untuk menikah, saat pertama kali ia menggendong anak, dan seterusnya dan seterusnya.  Baca lebih lanjut