Melindungi Orang Yang Kita Sayangi


Biasanya orang yang sudah berkeluarga cara berfikirnya akan jauh lebih kompleks terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan keluarga. Mengapa demikian? Yang terpikirkan oleh saya adalah karena disebabkan rasa tanggung jawab yang mulai muncul. Contoh sederhana, saat masih muda dulu mungkin kita dan teman-teman bisa menentukan untuk pergi jauh bersama-sama dalam hitungan jam. Saat sudah berkeluarga ya tidak semudah itu karena suka apa tidak suka perasaan dan hati kita akan memikirkan orang-orang yang kita kasihi seperti pasangan kita, anak kita, orang tua kita, dan lain-lain.  Baca lebih lanjut

Pengalaman Merasakan Manfaat Asuransi


Mungkin banyak yang tahu ya beberapa saat lalu anak saya, Evan, sempat terkena DBD sampai akhirnya mesti nginep 7 malam di rumah sakit. Tahu gak apa yang kedua ditakutkan ketika anggota keluarga kita masuk rumah sakit dalam waktu yang tidak sebentar? (yang pertama tentu saja penyebab masuk rumah sakitnya ya). Yak…..pembiayaannya. Kita sadar bahwa kesehatan itu tidak murah, namun the horror story adalah ketika kita harus mengalaminya sendiri menerima tagihan yang harus dibayar.  Baca lebih lanjut

Life Is Cheap


Twit dari Ario Tamat diatas membuat saya teringat beberapa kasus serupa yang terus menerus terjadi menimpa orang-orang yang tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mendapatkan pengobatan yang layak di negara ini. Sistem di negara ini membuat kita tidak boleh jadi orang tidak mampu, karena jika tidak mampu maka kita tidak boleh sakit dan ini adalah hal yang mustahil.

Ingatan saya melayang kembali ke tahun 2003 ketika saya merencanakan untuk berangkat ke New York City. Pada persiapannya saya sempat bingung ketika pemerintah AS mensyaratkan para imigran harus memiliki asuransi kesehatan untuk tinggal di Amerika Serikat, dan ketika saya akhirnya tinggal disana maka saya baru mengerti kenapa persyaratan untuk memiliki asuransi kesehatan itu adalah mutlak, karena tidak lain biaya pengobatan itu luar biasa tingginya. Dengan kata lain bisa dipastikan hampir semua warga tidak akan bisa membayar jika harus masuk rumah sakit, dan ini sangat ironis. Oleh karena itu pemerintah AS mengencourage warganya/imigran untuk memiliki asuransi kesehatan sehingga beban antisipasi pengobatan terutama rumah sakit itu bisa dialihkan dan dibuat lebih ringan.

Di negara ini, semua dibuat sangat fleksibel, namun kefleksibelan tersebut tidak dibarengi oleh edukasi yang cukup, sehingga semua berjalan sebebas-bebasnya sampai akhirnya terlambat. Praktek demokrasi kebablasan dengan membebaskan sebebas-bebasnya tanpa peduli mau celaka ataupun tidak, itulah yang terjadi di negara ini. Kembali lagi yang jadi korban adalah rakyat.

Saya tidak ingin membandingkan negara kita dengan negara lain ya, namun kejadian-kejadian seperti yang di twit oleh Ario di atas itu terus menerus terjadi. Negara tidak punya sistem yang baik untuk warganya sehingga hidup seorang manusia pun dianggap sama saja dengan hidup seekor nyamuk…very cheap. Kalau tidak punya uang ya silahkan tunggu sampai ada uang atau silahkan meregang nyawa…:-(