Model Bisnis Hiper-Disruptif: Free Model


Setelah pada tulisan sebelumnya sudah dibahas model bisnis Subscription yang juga termasuk model bisnis hiper-disruptif, kali ini tentang Free Model. Model bisnis ini pada awalnya memang membingungkan banyak orang. Sampai sekarang saya masih menerima pertanyaan tentang bagaimana bisa berbisnis dengan memberikan barang gratis? Baca lebih lanjut

Model Bisnis Hiper-Disruptif: Subscription Model


Ini adalah tulisan lanjutan dari sebelumnya yang merupakan tulisan pembuka dari rangkaian tulisan yang membahas tentang model bisnis hiper-disruptif ini.

Pada tulisan ini kita akan membahas model bisnis Subscription. Sebetulnya model bisnis ini bukanlah hal baru karena model bisnis ini sudah diterapkan dari jaman media tradisional juga. Siapa yang dulu tidak pernah berlangganan surat kabar di rumah? Atau jaman dulu dimana kita diharuskan untuk membayar iuran bulanan televisi untuk bisa menonton siaran TVRI. Dalam model bisnis ini, users atau lebih tepat disebut dengan subscriber/pelanggan harus membayar iuran wajib dalam kurun waktu tertentu untuk bisa mendapatkan akses atau untuk bisa menggunakan fasilitas. Hal ini masih diterapkan pada TV Kabel. Dengan cara ini provider mendapatkan pendapatan yang dapat diprediksi. Baca lebih lanjut

Model Bisnis Hiper-Disruptif: Overview


Sekitar seminggu yang lalu saya sempat ngobrol kembali dengan sahabat lama saya, Nandi Dirgantoro, dimana kami berdua memang punya cita-cita membangun impian punya bisnis bareng namun belum kesampaian sampai sekarang. Topik obrolan yang kami bicarakan adalah tentang ketakutan pemilik bisnis tradisional akan perubahan tatanan ekonomi yang terjadi di dunia tempat kita tinggal sekarang ini. Baca lebih lanjut