Why Working From Home is Good For Business


Karena popularitas kerja jarak jauh (remote working) terus bertambah, pekerja saat ini dapat berkolaborasi dari berbagai kota, negara, dan bahkan beberapa zona waktu. Bagaimana ini mengubah dinamika kantor? Dan bagaimana kita memastikan bahwa semua karyawan, baik di kantor pusat maupun di rumah, merasa terhubung? Matt Mullenweg, salah seorang pendiri WordPress dan CEO Automattic (yang memiliki 100 persen tenaga kerja terdistribusi), berbagi rahasia dalam video di atas ini.

Iklan

Bekerja Tanpa Atasan


Makin tua umur seseorang maka makin terbatas kesempatan ia untuk bekerja. Apakah kalian setuju dengan pernyataan ini? Ya kalau pengertian “bekerja” yang dipahami itu adalah bekerja di perusahaan orang lain sebagai pegawai mungkin pernyataan tersebut bisa jadi relevan. Tapi bukankah definisi bekerja itu bukan hanya itu? Baca lebih lanjut

Bisakah kita hidup dengan bekerja secara remote?


Mungkin banyak dari kita sudah menjalani hidup sebagai freelancer namun apakah bekerja secara remote itu hanya bisa dijalankan as a freelancer? I don’t think so, banyak perusahaan yang sudah ‘sadar’ bahwa pengeluaran itu akan jauh lebih efektif dan efisien jika digunakan untuk hasil/result ketimbang harus dikeluarkan untuk hal-hal yang sifatnya agar karyawan terikat dan memastikan mereka bekerja untuk si perusahaan di kantor. Yuk kita bahas, jangan lupa berikan pendapat kalian di bagian komen ya? Baca lebih lanjut

Bekerja Remote Bukan Berarti Selalu Bekerja Dari Rumah


Saya yakin bukan hanya saya yang punya pengalaman bekerja sebagai permanent freelancer, pasti kalian banyak juga yang berprofesi sebagai permanent freelancer. Sebagai seorang permanent freelancer ataupun entrepreneur di awal-awal dan kalian tidak punya kantor, opsinya biasanya salah satu dari tiga dibawah ini:

  1. Bekerja di rumah
  2. Bekerja di kafe
  3. Bekerja di coworking space

Dalam perjalanan saya menjalani kehidupan ke arah entrepreneurship, saya sudah mencoba tiga poin diatas, dan dalam tulisan ini saya akan coba menyampaikan insight yang saya dapatkan dalam mengevaluasi tempat kerja yang akan dipilih.  Baca lebih lanjut

Remote Working


Kebijakan Yahoo! untuk menghapuskan keleluasaan bekerja secara remote (work from home) yang ditetapkan oleh CEO mereka, Marissa Mayer membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah keputusan ini akan jadi keputusan yang tepat. Di ranah maya dimana pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja kebijakan ini terasa agak kurang masuk akal, namun salah satu sumber mengatakan bahwa Marissa mengambil keputusan demikian dikarenakan makin menurunnya hubungan antar personal langsung diantara para karyawannya.

Apakah lalu hal ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya? Kita lihat saja. Buat saya bekerja secara remote (work from home) adalah simbolisasi dari kemampuan melakukan pekerjaan tanpa menjadikan tempat sebuah hambatan, namun ada beberapa hal yang saya anggap sebagai tantangan juga agar bisa mencapai produktivitas yang tinggi tanpa mengganggu kegiatan lainnya.

Bagi saya bekerja secara remote artinya tidak berurusan dengan commute, dimana di Jakarta dengan tingkat kemacetan yang tinggi menjadikan commute itu sebuah “perjuangan” tersendiri. Dengan bekerja secara commute maka saya bisa mengatur waktu dan tempat sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

Selain masalah commute, keleluasaan menentukan mood tempat bekerja pun jadi faktor penentu. Saya adalah orang yang bisa bekerja dengan produktivitas tinggi jika mendapatkan tempat kerja tenang, tidak berisik, yang kadang kala interaksi langsung dengan teman kerja justru jadi sumber penghambat efektivitas kerja saya (maaf no offense lho ya). Sehingga dengan remote working hal ini bisa diatasi.

Tantangan bekerja secara remote adalah mengatur jam kerja untuk diri sendiri, kadang kala kita terjebak dalam kondisi “bekerja tanpa henti”. Sehingga kadang-kadang dalam hitungannya bekerja secara remote menjadikan kita bekerja lebih lama dibandingkan kita bekerja di kantor.

Remote working buat saya bukanlah bekerja secara terputus sama sekali. Komunikasi dengan teman se tim itu sangatlah penting, dan ini bisa dilakukan dengan menggunakan social media ataupun media komunikasi messenger seperti Skype seandainya dibutuhkan.

Pada akhirnya perusahaan dan karyawan tentunya ingin mencapai tujuan yang sama, yaitu result yang baik.

sumber foto